Saturday, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 February 2019

Saturday, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 February 2019

Idrus tak Percaya Titiek Hengkang dari Golkar

Selasa 12 Jun 2018 17:17 WIB

Red: Ratna Puspita

Menteri Sosial Idrus Marham

Menteri Sosial Idrus Marham

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
'Kalau misalkan mesti pindah, saya khawatir mengkhianati orang tua,' kata Idrus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham tidak percaya bahwa Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto hengkang dari partai berlambang pohon beringin itu. Ia berharap Titiek hanya bercanda. 

"Saya nggak percaya itu, mungkin mbak Titiek main-main kali, guyon kali ya," kata Idrus Marham, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (12/6). 

Bagi Idrus, keluarga Soeharto termasuk Titiek Soeharto, adalah para pendiri dan perintis Partai Golkar sejak zaman Orde Baru itu. "Jadi kalau misalkan mesti pindah, saya khawatir mengkhianati ya, mengkhianati orang tua yang merintis ini dan lain-lainnya," kata Idrus yang juga menteri sosial, usai acara buka bersama dan santunan anak yatim yang digelar oleh Seknas Jokowi, Senin (11/6).

Idrus mengaku tetap tidak mempercayai Titiek Soeharto pindah ke partai lain. “Setahu saya, selama ini mbak Titiek adalah salah seorang putri almarhum Bapak Pembangunan. Pak Harto itu betul-betul tercermin pada diri mbak Titiek. Jadi saya nggak percaya mbak Titiek mundur," ujarnya lagi. 

photo

Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) dan Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso berfoto bersama dengan Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) yang baru bergabung ke Partai Berkarya di Yogyakarta, Senin (11/6). (dok. Istimewa)

Putri sulung mantan Presiden Soeharto, Titiek Soeharto memutuskan keluar dari Partai Golkar dan bergabung dengan Partai Berkarya besutan Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto). Keputusan tersebut diumumkan di Kemusuk, Yogyakarta pada Senin (11/6).

Alasan putri Presiden kedua RI Soeharto itu memutuskan mundur dari partai yang membesarkannya karena keprihatinan atas kondisi bangsa dan negara. Dalam hal ini, Golkar yang bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi-JK mestinya mengambil peran.

Di antara masalah yang disinggung Titiek adalah banjir tenaga kerja asing, narkoba, hingga impor beras dan bawang. “Alam dan tanah yang seolah-olah kita tidak bisa manfaatkan dengan baik. Apa-apa masih impor, beras impor, gula impor, bawang impor, garam impor, padahal kita dikelilingi laut," ujarnya.

Titiek mengaku sedih, dirinya ingin menjerit, protes dan menyuarakan hati nurani rakyat. Sebagai anak biologis Presiden Soeharto, Titiek mengaku tidak bisa berdiam diri, namun posisinya sebagai kader Golkar tidak memungkinkan hal itu karena saat ini Golkar adalah partai pendukung Pemerintah.

“Karena itu, saya memutuskan keluar dari Partai Golkar dan memilih untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya," kata Titiek.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA