Jumat, 8 Syawwal 1439 / 22 Juni 2018

Jumat, 8 Syawwal 1439 / 22 Juni 2018

Kepindahan Titiek Soeharto Dinilai tak Berpengaruh ke Golkar

Selasa 12 Juni 2018 12:19 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Muhammad Hafil

Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) dan Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso berfoto bersama dengan Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) yang baru bergabung ke Partai Berkarya di Yogyakarta, Senin (11/6).

Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) dan Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso berfoto bersama dengan Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) yang baru bergabung ke Partai Berkarya di Yogyakarta, Senin (11/6).

Foto: dok. Istimewa
Titiek selama ini tak memberi dampak siginifikan ke Golkar.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Peneliti senior di Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menilai kepindahan Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) ke Partai Berkarya dari Partai Golkar tidak memberikan dampak apa pun pada partai politik itu.

"Saya kira kepindahan Titiek ke Partai Berkarya tak ada dampak signifikan," kata dia, Selasa (12/6).

Titiek menyatakan keinginannya bergabung dengan Partai Berkarya pada Senin (11/6) lalu. Ia meninggalkan Partai Golkar dan bergabung bersama partai bentukan saudaranya, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto).

Syamsuddin beranggapan, selama ini Titiek juga tidak memberi dampak signifikan sebagai kader Partai Golkar. Ia berujar, elektabilitas Partai Golkar yang stabil tidak dipengaruhi keberadaan Keluarga Cendana.

"Tidak. Kan kita sudah saksikan pada Pemilu 2004, Mbak Tutut (Siti Hardijanti Hastuti Rukmana) bikin parpol (partai politik), tapi gagal. Pada massa itu saja gagal, apalagi sekarang," tutur dia.

Menurut dia, sah-sah saja apabila ada klaim yang menyebut rakyat rindu kepemimpinan Presiden kedua RI Soeharto. Namun, ia mengatakan, hal itu tidak memberi dampak apa pun pada kepindahan Titiek Soeharto.

Syamsuddin menilai, kepindahan Titiek Soeharto disebabkan kekecewaannya karena gagal menjadi wakil ketua MPR menggantikan Mahyudin. Menurut dia, Titiek kecewa karena Mahyudin menolak mundur dari jabatannya. Padahal, Titiek sudah dipersiapkan DPP Golkar menduduki posisi itu.

"Dia kecewa. Makanya sekarang gabung sama Tommy. Saya lebih melihat ke situ," ujar Syamsuddin.

Terkait anggapan merapatnya Titiek karena kekecewaan pada keberpihakan Golkar ke pemerintah, Syamsuddin menilai hal itu tak bisa menjadi pembenaran. Sebab, ia melihat merapatnya Golkar pada pemerintah sudah lama terjadi. Sehingga, apabila hal itu menjadi alasannya, seharusnya sudah dari dulu Titiek Soeharto pindah parpol. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA