Minggu, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Minggu, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Tokoh Gerakan #2019GantiPresiden Berjumlah Ratusan Orang

Ahad 06 Mei 2018 17:59 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Didi Purwadi

Ekpresi massa yang tergabung relawan nasional 2019 ganti presiden  saat mengikuti deklarasi akbar relawan nasional #2019GantiPresiden di Taman Aspirasi Monas, Jakarta, Ahad (6/5).

Ekpresi massa yang tergabung relawan nasional 2019 ganti presiden saat mengikuti deklarasi akbar relawan nasional #2019GantiPresiden di Taman Aspirasi Monas, Jakarta, Ahad (6/5).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Gerakan #2019GantiPresiden sebagai pendidikan politik agar masyarakat tidak dibodohi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deklator relawan gerakan #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera, menegaskan bahwa tidak ada tokoh sentral pada gerakan tersebut. Gerakan #2019GantiPresiden merupakan gerakan bersama, sehingga tokoh gerakan 2019 ganti presiden adalah para relawan.

"Bukan Mardani Ali, bukan Neno Warisman, tokoh gerakan ini adalah teman-teman relawan," kata Mardani setelah memimpin ratusan relawan membacakan deklarasi relawan ganti presiden 2019 di Seputaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Ahad (6/5).

Selain itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu memastikan bahwa gerakan yang diinisiasinya adalah konstitusional. Karena setiap orang memiliki hak untuk berserikat dan berkumpul. Hal itu, kata Mardani, tertuang dalam Undang-undang Dasar (UUD), khususnya pasal 28 UUD 1945 yang berbunyi "Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran baik lisan maupun tulisan".

"Ini adalah hak dasar kita," tegasnya.

Sebenarnya, menurut Mardani, gerakan ganti presiden 2019 sebagai pendidikan politik agar masyarakat tidak dibodohi dengan pencitraan. Ia menilai baik buruknya negeri tergantung kualitas presiden. Maka pada Pilpres 2019 nanti, masyarakat harus bisa memilih presiden yang benar-benar bisa membawa perubahan terhadap Indonesia ke arah yang lebih baik.

"Pak Joko Widodo sudah bekerja dengan keras. Tapi kami juga menginginkan presiden yang lebih baik lagi pada periode yang akan datang," kata Mardani.

Meski demikian, Mardani menegaskan bahwa pihaknya tidak menyebut nama calon presiden yang didukung pihaknya. Pihaknya hanya ingin mengganti presiden melalui jalan yang sah dan konstitusional yaitu lewat Pilpres 2019 mendatang. Tidak hanya itu, dia juga menyatakan bahwa gerakan ini tidak terafiliasi dengan partai manapun.

"Saya di sini kapasitasnya sebagai bagian dari relawan gerakan ganti presiden, bukan sebagai politikus PKS. Kami juga tidak menyebut nama capres," tutur Mardani.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA