Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Dilarang Pakai Kaus #2019GantiPresiden, Lapor Saja ke ACTA

Ahad 06 May 2018 17:30 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Didi Purwadi

Massa yang tergabung relawan nasional 2019 ganti presiden  saat mengikuti deklarasi akbar relawan nasional #2019GantiPresiden di Taman Aspirasi Monas, Jakarta, Ahad (6/5).

Massa yang tergabung relawan nasional 2019 ganti presiden saat mengikuti deklarasi akbar relawan nasional #2019GantiPresiden di Taman Aspirasi Monas, Jakarta, Ahad (6/5).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Deklarasi relawan #2019GantiPresiden merupakan aksi dan gerakan yang konstitusional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman, menyampaikan kepada relawan #2019GantiPresiden agar melapor ke ACTA jika ada yang mendapatkan intimidasi karena berbeda pandangan politik. Termasuk pelarangan penggunaan kaus bertuliskan ganti presiden, karena menggunakan atribut dan menyuarakan aspirasi adalah hak setiap warga negara.

"Jadi kalau ada yang mendapatkan intimidasi, kalau ada yang mendapatkan persoalan hukum hanya karena pakai kaus, bisa lapor ACTA. Bisa japri ke kami," kata Habiburokhman saat berorasi di atas mobil komando di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Ahad (6/5).

Habiburokhman menyebut jika ada larangan gerakan dan penggunaan kaus #2019GantiPresiden, maka dapat dikatakan sebagai sikap otoriter yang merebut hak berdemokrasi warga negara. Jadi jika di masjid tidak boleh berbicara politik, maka dapat dipastikan itu bukan di Jakarta. "Kalau di Masjid enggak boleh ngomong politik, pakai kaus (#2019GantiPresiden) juga enggak boleh, itu bukan di Jakarta itu di Korea Utara," terang Habiburokhman.

Sementara inisiator gerakan #2019GantiPresiden, Neno Warisman, menegaskan bahwa penyampaian aspirasi Pilpres 2019 dan deklarasi relawan ganti presiden 2019 merupakan aksi dan gerakan yang konstitusional. Hal itu sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan. Kata Neno, deklarasi ini adalah aksi yang dilakukan merupakan aksi damai.

"Ini sebagai wujud dari kecintaan terhadap agama, bangsa dan negara, serta peduli akan kelangsungan kehidupan dan keutuhan berbangsa dan bernegara," ucap Neno dengan lantang.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA