Rabu, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Rabu, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Mendagri Sebut Intimidasi di CFD Budaya Politik tak Beretika

Jumat 04 Mei 2018 14:45 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bayu Hermawan

Mendagri Tjahjo Kumolo hadir pada Pembekalan Antikorupsi dan Deklarasi LHKPN Pasangan Calon Kepala Daerah se-Jawa Barat, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (17/4).

Mendagri Tjahjo Kumolo hadir pada Pembekalan Antikorupsi dan Deklarasi LHKPN Pasangan Calon Kepala Daerah se-Jawa Barat, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (17/4).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Tjahji menilai gesekan antara dua massa saat CFD merupaka budaya politik tak beretika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai gesekan antar dua massa yang berbeda saat Car Free Day di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat merupakan budaya politik yang tak beretika. Salah satu dari massa yang mengenakan kaos bertuliskan tagar #2019GantiPresiden diketahui melakukan intimidasi terhadap beberapa orang dari massa #DiaSibukKerja saat aksi massa keduanya dilakukan di waktu yang bersamaan.

"Kejadian di Jakarta kemarin saya kira itu budaya politik yang tidak beretika," ujar Tjahjo Kumolo di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Jumat (4/5).

Tjahjo mengatakan, setiap orang memiliki hak untuk menentukan sikap dalam berpolitik. Karena itu, Tjahjo menegaskan, sikap politik seseorang tak bisa ditekan dan dipaksakan.

"Saya kira tidak boleh ada perorangan atau kelompok yg menekan perorangan atau kelompok untuk mengikuti apa yang dia mau. Ini kan memasung kebebasan orang bersikap berpolitik," katanya.

Tjahjo meminta agar masyarakat saling menghargai sehingga tak menimbulkan konflik seperti peristiwa beberapa hari lalu.  Seperti diketahui, massa aksi relawan Jokowi yang mengenakan kaos #DiaSibukKerja sempat berhadapan dengan massa aksi berkaos #2019GantiPresiden di Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin pagi tadi, Ahad (29/4).

Dalam sebuah video yang viral di media sosial pun memperlihatkan salah satu kelompok yang melambaikan uang dan menuding aksi yang dilakukan oleh kelompok berkaus #DiaSibukKerja merupakan aksi bayaran.

Bahkan juga terdapat perempuan dengan kaos #DiaSibukKerja yang membawa seorang anak dan tampak mendapatkan intimidasi dari kelompok lain. Di video itu, anak itupun kemudian tampak menangis.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Semangat Adul Menuntut Ilmu (2)

Selasa , 13 Nov 2018, 23:56 WIB