Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

Amien Rais Temui Fadli Zon, Bahas Peta Pilpres 2019

Kamis 26 April 2018 17:08 WIB

Red: Andri Saubani

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (tengah) meninggalkan Gedung Nusantara III seusai bertemu dengan Wakil Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Umum PAN Taufik Kurniawan dan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/4).

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (tengah) meninggalkan Gedung Nusantara III seusai bertemu dengan Wakil Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Umum PAN Taufik Kurniawan dan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/4).

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Amien memprediksi Jokowi dan Prabowo akan re-match di pilpres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menyambangi kompleks parlemen pada Kamis (26/4). Amien menemui Wakil Ketua DPR sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon membahas peta politik di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 dan kemungkinan kedua partai berkoalisi.

"Kami membuat gambaran tentang kira bagaimana Pilpres 2019, dan siapa yang akan menjadi penantang paling kuat. Berdasarkan bacaan saya akan ada peratarungan ulang antara Jokowi dengan Prabowo," kata Amien di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.

Baca: Amien Rais: Tidak Mungkin PAN ke Jokowi, Titik.

Dia mengatakan, jika ada pihak yang mengatakan pertarungan kedua merupakan daur ulang Pilpres 2014 yaitu Jokowi menang, maka dirinya menilai saat ini posisi Prabowo yang paling kuat dibandingkan capres lain. Selanjutnya menurut dia, tinggal Jokowi dan Prabowo masing-masing mencari cawapres yang mampu mendongkrak elektabilitas.

"Mari rakyat Indonesia melihat pesta demokrasi tahun depan ada pertarungan ulang dan akan menarik selama tidak ada politik uang, KPK tidak melakukan obstruction of justice," ujarnya.

Fadli Zon menjelaskan, dirinya dan Amien Rais bertemu membahas perkembangan isu ekonomi, sosial, dan politik termasuk melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Dia mengatakan, dalam pertemuan itu disepakati bahwa pada 2019 harus ganti presiden dengan melihat perkembangan yang terjadi.

"PAN memiliki mekanisme internal yang harus kami hargai. Intinya tadi Pak Amien semakin mantap bahwa 2019 harus ganti presiden," katanya.

Fadli juga sependapat dengan Amien bahwa cawapres yang mendampingi Prabowo harus memiliki kekuatan dalam hal elektabilitas dan jaringan. Dia memastikan Gerindra, PAN, dan PKS akan duduk bersama dalam waktu dekat untuk menentukan figur cawapres.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Foto Udara Mina, Arafah dan Makkah

Selasa , 21 Agustus 2018, 11:11 WIB