Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Jokowi Curhat Selalu Difitnah Sebagai PKI

Rabu 25 April 2018 19:43 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan kepada peserta saat Silaturahim dengan Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Jakarta, Rabu (25/4).

Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan kepada peserta saat Silaturahim dengan Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Jakarta, Rabu (25/4).

Foto: Republika/ Wihdan
'Masa ada PKI balita? Logikanya enggak masuk,' kata Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku terus-menerus menjadi korban fitnah. Salah satunya adalah tuduhan kepada dirinya sebagai anggota PKI. 

Saat menghadiri silaturahim dengan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jokowi pun menceritakan berbagai fitnah yang dialamatkan kepadanya. "Fitnah di media sosial sudah mungkin lebih dari empat tahun ini menuduh Presiden Jokowi itu PKI coba,” kata dia dalam sambutannya, Rabu (25/4).

Jokowi mengatakan, dia lahir pada 1961 atau empat tahun setelah PKI dibubarkan. Artinya, Jokowi masih berusia 3,5 tahun hingga empat tahun. “Masa, ada PKI balita? Logikanya enggak masuk," kata Jokowi  yang diikuti riuh tawa para hadirin. 

Ia pun menunjukkan sebuah gambar dirinya yang terpampang bersama DN Aidit saat berpidato. Foto tersebut beredar melalui media sosial. 

Presiden meminta agar masyarakat berhenti menyebarkan fitnah dan kebohongan. Selain itu, Jokowi meminta agar masyarakat tak menghabiskan energinya untuk menyebarkan hal-hal negatif. 

Ia mengajak masyarakat untuk menggunakan media sosial secara positif. Lebih baik, ia mengatakan, energi masyarakat dihabiskan untuk membangun negara dengan hal yang positif. 

Presiden menegaskan, dia siap menerima kritikan dan masukan dari mana pun. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat mampu membedakan kritikan yang akan disampaikan dengan celaan maupun fitnah. 

Menurut dia, kritik yang disampaikan kepada pemerintah harus berdasarkan data dan juga disertai solusi. "Kritik silakan, beri masukan, saya selalu terbuka, tapi tolong dibedakan kritik dan mencela, kritik dan fitnah, kritik dan memaki, berbeda," ujar Jokowi.

Ini bukan kali pertama Jokowi menceritakan kekesalannya dituduh sebagai PKI. Jokowi pernah mengungkapkan hal ini ketika melakukan silaturahim ke keluarga besar Persatuan Islam (Persis) pada Oktober silam. 

Bulan ini, Jokowi juga mengutarakan hal serupa ketika melakukan penyerahan sertifikat untuk rakyat di Halaman Sentul, Bogor, 5 Maret 2018. Selain itu, dia mengutarakan juga kekesalannya terhadap tuduhan PKI saat membagikan sertifikat tanah di Alun-Alun Kota Serang, Banten, 14 Maret lalu. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES