Minggu, 9 Zulqaidah 1439 / 22 Juli 2018

Minggu, 9 Zulqaidah 1439 / 22 Juli 2018

Angka Elektabilitas Prabowo tak Membuat Gerindra Pesimistis

Rabu 25 April 2018 17:23 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Andri Saubani

Deklarasi Calon Gubernur Jawa Tengah Partai Gerindra. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat deklarasi calon Gubernur Jawa Tengah dari Parati Gerindra di kediaman Prabowo, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (13/12).

Deklarasi Calon Gubernur Jawa Tengah Partai Gerindra. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat deklarasi calon Gubernur Jawa Tengah dari Parati Gerindra di kediaman Prabowo, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (13/12).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Gerindra tetap akan mengusung Prabowo Subianto sebagai capres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Elektabilitas Prabowo Subianto yang masih berkutat di bawah 25 persen tidak membuat Gerindra pesimistis untuk menang dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019. Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menyatakan optimismenya bahwa sang ketua umum partai akan mampu meraih kemenangan, termasuk jika berhadapan dengan pejawat, Joko Widodo (Jokowi).

Salah satu dasar keyakinan Riza adalah kinerja Jokowi yang dianggap tidak maksimal selama masa pemerintahan 2014 sampai saat ini. "Banyak masalah yang terjadi dan Jokowi tidak bisa mengatasinya, termasuk dalam bidang ekonomi, tenaga kerja, infrastruktur, dan berbagai isu lain," tuturnya saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (25/4).

Riza menambahkan, Jokowi kini juga terlalu sibuk dengan pencitraannya untuk menghadapi pilpres 2019, termasuk konvoi motor chopper yang dilakukan beberapa waktu lalu. Selain itu, elektabilitas Jokowi sebagai pejawat yang belum mencapai 50 persen makin menguatkan keyakinan Riza. Dengan kondisi ini, Riza makin optimistis, Prabowo yang selama ini jarang turun gunung bisa meraih kemenangan dalam pilpres 2019.

Setelah Prabowo menyatakan kesiapannya menerima mandat dari partai untuk maju sebagai capres, kini Gerindra tengah melakukan tugas berikutnya, yakni mencari cawapres. "Kami akan memilih satu dari 15 nama yang beredar, baik dari partai PKB, Demokrat, PKS, maupun di luar partai," ucap Riza.

Semua nama yang masuk bursa cawapres tersebut memiliki peluang sama besar. Meski tidak menyebutkan waktu pasti, Riza menuturkan, partainya akan segera mengumumkan nama cawapres terpilih. Karena melalui forum partai koalisi, sosok itu diyakini sebagai pilihan terbaik untuk mendampingi Prabowo dan menunjang elektabilitasnya.

Setahun menjelang pilpres 2019, elektabilitas Prabowo masih berada di bawah Jokowi menurut sejumlah lembaga survei. Survei Median menyatakan elektabilitas Jokowi 36,2 persen, sementara Prabowo 20,4 persen. Survei Cyrus Network memperlihatkan elektabilitas Jokowi mencapai 58,5 persen, sedangkan Prabowo hanya 21,8 persen.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES