Kamis, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Kamis, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

HNW Yakin Gerindra tak Langgar Kesepakatan dengan PKS

Jumat 20 Apr 2018 11:20 WIB

Rep: Febrianto Adi Susanto/ Red: Bilal Ramadhan

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid menjadi pemateri dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar di Hotel Merdeka, Madiun, Jawa Timur, Kamis (19/4) malam.

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid menjadi pemateri dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar di Hotel Merdeka, Madiun, Jawa Timur, Kamis (19/4) malam.

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Kesepakatan antara Gerindra dan PKS tak lantas persulit partai lain untuk bergabung.

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan, sebagai partai yang memiliki kredibilitas dan komitmen yang sangat kuat, ia yakin Partai Gerindra tidak akan melanggar kesepakatan yang telah dibuat oleh keduanya. Sebab, kebersamaan dan komunikasi dua partai ini sudah makin menguat.

"Kalau dulu Pak Prabowo menyebut se-kutu, kutu kan kecil tuh, sekarang disebut se-gajah. Artinya, komunikasi dan kebersamaan bersama kita sudah semakin meningkat dan semakin menguat," kata Hidayat di sela-sela kunjungan kerja dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar, di Hotel Merdeka, Madiun, Jawa Timur, Kamis (19/4).

Terkait siapa nama yang akhirnya muncul sebagai kandidat capres dan cawapres, HNW mengaku PKS dan Partai Gerindra masih akan terus mengomunikasikannya secara bersama-sama. Untuk diketahui, dari internal PKS, nama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memperoleh suara tertinggi di antara delapan nama lain yang diusung internal PKS.

HNW menambahkan, dengan adanya kesepakatan tersebut tidak lantas mempersulit partai lain yang belum menentukan arah koalisi untuk bergabung. Menurut dia, hal itu masih bisa dikomunikasikan lebih lanjut secara baik-baik.

Bahkan secara khusus HNW mempersilahkan Demokrat dan PAN untuk bergabung dengan koalisi Gerindra-PKS. "Bahwa PAN akan bergabung ya monggo saja, tapi tentu saja semua akan kita bicarakan secara baik-baik karena pada hakikatnya letter of agreement itu untuk menguatkan kebersamaan," ujar tokoh yang juga Wakil Ketua MPR tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES