Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

‘PDIP Enggan Berpolemik Terkait Pertemuan Wiranto-SBY’

Kamis 19 Apr 2018 18:46 WIB

Rep: Antara, Amri Amrullah/ Red: Ratna Puspita

 S

S

Foto: Republika/Agung Supriyanto
PDIP lebih fokus pada pergerakannya sendiri dibandingkan pertemuan orang lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PDI Perjuangan enggan berpolemik terkait berbagai komentar pascapertemuan antara Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. PDI Perjuangan lebih fokus pada pergerakannya sendiri sehingga tidak ingin dibuat pusing memikirkan orang lain bertemu seseorang.

"Saya tidak mau menduga-duga, tetapi saya berpikir bahwa siapapun bisa bertemu dengan siapapun karena merupakan hak warga negara," kata Ketua DPP PDI Perjuangan Sukur Nababan di Jakarta, Kamis.

Secara pribadi, Sukur mengaku dirinya tidak dalam kapasitas mengomentari pertemuan tersebut. Namun, dia meyakini pertemuan itu tidak ada intervensi dari Presiden Jokowi.

"Saya tidak berada di Demokrat atau Hanura, bukan kapasitas saya. Saya dari PDI Perjuangan, itu bukan intervensi Jokowi, kontrak politik kami yang penting membangun bangsa sesuai Trisakti," katanya.

Selain itu Sukur juga enggan menjawab terkait prospek Demokrat menjadi mitra koalisi PDI Perjuangan di Pilpres 2019. Sebab, dia mengatakan, hanya Demokrat yang bisa menjawabnya kemungkinan tersebut. 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menilai pemerintah melalui Wiranto sedang menyandera SBY untuk mendukung Joko Widodo dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019. Menurut dia, penyanderaan tersebut melalui kasus Bank Century yang melibatkan mantan Guberunur Bank Indonesia Boediono yang dikabarkan akan ditersangkakan.

“Cara intimidasi ini yang dipakai, apalagi dengan pertemuan Pak Wiranto dengan Pak SBY," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra kepada wartawan, Kamis (19/4).

Bagi Ferry, pertemuan Wiranto dengan SBY itu bukan sekadar komunikasi biasa. Ia berpendapat pertemuan itu mengisyaratkan adanya keterkaitan dengan perkembangan praperadilan kasus Bank Century dan ajakan untuk bergabung ke koalisi Jokowi.

"Seolah kunjungan ini membicara hasil proses di pengadilan setelah praperadilan Bank Century, bisa jadi sambil menawarkan bergabung ke koalisi," ungkapnya.

Ferry menambahkan sangat sulit membantah keterkaitan putusan praperadilan Bank Century di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan momentum politik. "Kalaupun akhirnya Demokrat bergabung ke koalisi Jokowi, Gerindra tidak khawatir dengan keputusan itu," terangnya.

Sebelumnya, Menkopolhukam Wiranto melakukan pertemuan dengan SBY di kediaman SBY di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Rabu (18/4). Pertemuan itu dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan berlangsung selama 1,5 jam. Namun keduanya enggan mengeluarkan pernyataan terkait pertemuan tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Konflik Lahan di Jambi

Jumat , 15 Feb 2019, 21:07 WIB