Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Gerindra dan PKS Diminta Realistis Bila Ingin Melawan Jokowi

Rabu 18 April 2018 06:32 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Andri Saubani

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Presiden PKS Sohibul Iman usai mengumumkan nama calon gubernur maupun wakil gubernur yang akan didukung PKS di lima provinsi pada Pilkada 2018 di Kantor DPP PKS Jakarta, Rabu (27/12).

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Presiden PKS Sohibul Iman usai mengumumkan nama calon gubernur maupun wakil gubernur yang akan didukung PKS di lima provinsi pada Pilkada 2018 di Kantor DPP PKS Jakarta, Rabu (27/12).

Foto: Republika/Prayogi
Sosok yang tepat harus dipersiapkan agar bisa mengalahkan Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengamat politik dari KedaiKOPI Hendri Satrio mengatakan, Gerindra dan PKS harus lebih realistis lagi bila ingin mengalahkan Joko Widodo (Jokowi) dalam perhelatan pilpres 2019. Ia mengatakan, kedua partai itu harus benar-benar mempersiapkan sosok yang tepat agar dapat mengalahkan Jokowi.

“Lebih baik PKS dan Gerindra realistis saja siapa yang harus menjadi capres dan cawapres. Kalau bukan Prabowo, mau siapa? Apakah Gatot? Atau TGB? Rizal Ramli? atau Abraham Samad?” ungkap Hendri kepada Republika, Selasa (17/4).

Sebab, menurut dia, sampai saat ini Ketum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto masih belum resmi untuk maju menjadi capres pada pilpres 2019 melawan Jokowi. Rakornas Partai Gerindra pada 11 April, kata dia, adalah momentum Prabowo hanya menerima mandat bila ia diusung menjadi capres pada pilpres 2019.

Menurut dia, saat ini pun Gerindra masih positif mengarah kepada PKS untuk membentuk koalisi pilpres. Sehingga, kata dia, sudah seharusnya kedua partai itu lebih fokus untuk memikirkan siapa sosok yang mampu mengalahkan Jokowi.

“Mereka harus berbincang ke sana dulu, apakah mereka mau maju saja atau menang. Kalau mau menang, harus dipikiran siapa yang mau mengalahkan Jokowi,” ujarnya.

Sebab, menurut dia, saat ini Prabowo secara survei selalu berada di bawah, jauh dari Jokowi. “Menurut survei, Prabowo selalu nomor dua dan masih jauh dibanding dengan Jokowi. Gerindra dan PKS  harus berpikir siapa yang mengalahkan Jokowi,” ungkapnya.

Ia juga menekankan, kedua partai itu dianjurkan tidak berpikiran sempit bahwa sosok itu adalah Prabowo dan kader dari PKS. “Harus berpikiran terbuka. Tapi ke depan, bisa saja Partai Demokrat dan PAN bisa bergabung dengan Partai Gerindra,” tuturnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES