Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

PDIP Ingatkan Kader Tiru Kepemimpinan Jokowi

Ahad 15 April 2018 20:31 WIB

Red: Ratna Puspita

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

Foto: Republika/Febrian Fachri
Hasto mengatakan Jokowi rajin menemui dan mendengarkan aspirasi rakyat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan anggota legislatif dan struktur partainya untuk meniru kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Jokowi rajin menemui dan mendengarkan aspirasi rakyat.

Hasto Kristiyanto mengatakan Presiden Joko Widodo rajin menemui dan mendengar aspirasi rakyat, sekaligus membumikan Pancasila melalui jalan Trisakti. Trisakti adalah ajaran Bung Karno yang mengandung tiga prinsip yakni, berdaulat dalam politik, berdikari di bidang ekonomi, serta berkepribadian dalam kebudayaan.

Menurut Hasto, Presiden Joko Widodo telah berhasil melakukan pembangunan yang merata. Termasuk menjadikan Kalimantan sebagai halaman depan Indonesia yang cantik sebagaimana daerah perbatasan lainnya.

"Kepemimpinan bersama dan di tengah-tengah rakyat itu jugalah yang diterapkan Presiden Jokowi" kata Hasto saat menyampaikan sambutannya pada Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, seperti dikutip melalui siaran persnya yang diterima di Jakarta, Ahad (15/4).

Sekjen hasil Kongres PDI Perjuangan tahun 2015 itu menambahkan, evaluasi akan berlaku pada figur yang tidak turun menemui dan menyerap aspirasi rakyat. "Ketua DPD serta anggota DPRD yang tidak pernah turun ke bawah, perlu dievaluasi pencalonannya," ujar Hasto.

Hasto juga mengingatkan, dengan rajin turun dan menemui rakyat, maka kader partai baik dalam struktur partai maupun terpilih sebagai anggota legislatif akan dekat dan berada di tengah rakyat. Pada kesempatan tersebut, Hasto membakar semangat seluruh kadernya di Kalimantan Barat untuk bersama-sama memenangkan seluruh calon yang diusung PDI Perjuangan pada pillkada 2018 dan pemilu 2019.

Menurut dia, kekuatan PDI Perjuangan adalah struktur partai dan kader yang solid hingga ke akar rumput sebagai wujud kedekatan dengan rakyat. Hal itu sesuai dengan semangat yang digelorakan Bung Karno melalui dedication of life.

"Jangan pernah melupakan cabang, anak, cabang, ranting, dan anak ranting, termasuk satgas, karena itulah kekuatan PDI Perjuangan," tegas Hasto.

Dedication of life selalu dibacakan oleh ketua ranting, kata dia, karena PDI Perjuangan ingin menunjukkan bahwa partai selalu bergerak ke bawah bersama rakyat. "Dengan bersama dan berada di tengah rakyat, maka harapan rakyat akan sama dengan perjuangan PDI Perjuangan," katanya.

Menurut Hasto, pilkada dan pemilu adalah pesta demokrasi yang harus dilalui dengan kegembiraan, dan bukan sesuatu yang harus direbut secara membabi buta dengan menghalalkan segala cara. PDI Perjuangan tidak ingin terjadi perecahan di tengah rakyat hanya karena persaingan dalam pemilu, karena bagi PDI Perjuangan persatuan bangsa adalah hal penting yang harus dijaga.

Hasto juga menegaskan, kemenangan dalam pilkada dan pemilu legislatif di Kalimantan, harus satu tarikan napas dengan kemenangan Joko Widodo pada pemilu presiden 2019. "Persatuan Indonesia itu terdiri dari semua etnis dan semua agama. Itu kenapa PDI Perjuangan selalu menggelorakan, one for all, all for one," sambung dia.

Di ujung pidatonya, Hasto mengajak seluruh kader banteng di Kalimantan untuk solid dan tegak lurus mematuhi instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. "Kalau ada elite partai yang mendukung calon partai di kabupaten, tapi mendukung calon lain di provinsi, itu adalah pengkhianat partai," tegas Hasto yang disambut riuh peserta Rakercabsus.

Pada pilkada Gubernur Kalimantan Barat, PDI Perjuangan mengusung Karolin Margret Natasa yang maju bersama Suryadman Gidot dari Partai Demokrat.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES