Selasa, 3 Zulhijjah 1439 / 14 Agustus 2018

Selasa, 3 Zulhijjah 1439 / 14 Agustus 2018

Gerindra tak Mau Didikte Elite Tentukan Cawapresnya

Jumat 13 April 2018 06:42 WIB

Rep: Sri Handayani/ Red: Indira Rezkisari

Sandiaga Uno

Sandiaga Uno

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Menurut Sandiaga, partai politik tak harus mengikuti apa yang didikte elite.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Gerindra tak ingin terburu-buru mendeklarasikan pasangan calon wakil presiden (cawapres) untuk Ketua Umum Prabowo Subianto yang baru-baru ini resmi menjadi calon presiden (capres) dari partai tersebut. Ketua Tim Pemenangan Pemilihan Presiden (Pilpres) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, cawapres akan ditentukan secara bersama-sama.

"Kalau dari Gerindra sudah memberikan mandat full kepada Pak Prabowo untuk berbicara dengan mitra koalisi, partai-partai sahabat, kita akan bergabung dan ditentukan bersama-sama," ujar Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (12/4) malam.

Sandiaga menceritakan, desakan dari kalangan elite memang ada. Mereka umumnya mengatakan bahwa cawapres harus segera diumumkan.

Namun, Sandiaga merasa belum ada urgensi untuk segera mengumumkan cawapres tersebut. Partai Gerindra ingin terlebih dahulu mendengar aspirasi dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

"Kalau elite kan ada agendanya sendiri-sendiri. Elite partai apalagi," ujar dia.

Sandiaga mengatakan, ada satu kesalahan yang terus terjadi dalam internal partai politik. Ia menyebut, ada benturan antara ideologi partai dengan apa yang diinginkan oleh para elite. Misalnya, kalangan elite menginginkan adanya kombinasi sipil-militer, kombinasi suku (Jawa-luar Jawa), dan sebagainya.

Menurut Sandiaga, partai politik tak harus mengikuti apa yang didikte oleh para elite. Pihak yang harus didengar adalah masyarakat.

"Sebetulnya kita harus dengar dari masyarakat. Kita jangan terpaku daripada apa yang didikte oleh para elite. Kita ingin masyarakat cerita ke kita tiga bulan ke depan, apa sih pasangan militer-militer atau militer-sipil atau ekonomi-militer maupun background daripada pemimpin yang akan dipilih ini, ya kita harus dengarkan masukan daripada rakyat," ujar dia.

Menurut Sandiaga, Partai Gerindra juga telah berkomitmen memandatkan Prabowo Subianto untuk membentuk platform pembangunan ekonomi yang juga lebih berpihak kepada masyarakat. Harga pangan, lapangan pekerjaan, kedaulatan energi, dan ketahanan pangan merupakan pekerjaan yang harus diselesaikan dalam tiga bulan mendatang.

Sandiaga tak menjelaskan bagaimana masalah-masalah tersebut akan dituntaskan. Namun, ia berharap langkah yang diambil Partai Gerindra akan memberikan tawaran kepada rakyat Indonesia. Ia juga berharap hal itu bisa menenangkan hati dan pikiran rakyat.

Adapun nama-nama yang sering disebut akan mendampingi Prabowo, antara lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang, Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

"Itu nama-nama yang selalu kita pertimbangkan bagi Gerindra. Kita harus membangun kemitraan. Dan juga nama-nama yang diusung oleh Salim dari PKS, seperti Pak Aher, Pak Anis Matta, dan beberapa nama lain," ujar pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Pembangunan Venue JIEXpo Kemayoran Dikebut

Selasa , 14 Agustus 2018, 20:45 WIB