Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

Polda Jabar Telah Sita Sekitar 100 Ribu Botol Miras

Kamis 12 April 2018 21:05 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andri Saubani

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkap kasus oplosan minuman keras di Polrestabes Bandung, Senin (9/4).

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkap kasus oplosan minuman keras di Polrestabes Bandung, Senin (9/4).

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Polri menyebut total korban tewas miras oplosan di Jabar dan Jakarta capai 82 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Polda Jawa Barat mengintensifkan perburuan minuman keras (miras) yang tersebar di masyarakat. Hasil perburuan selama razia dalam sepekan terakhir sudah menghasilkan sekitar 100 ribu botol miras sitaan.

Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto sudah mengintruksikan Polres maupun Polsek untuk lebih gencar memberantas peredaran miras oplosan. Lokasi razia pun diminta tidak hanya di pusat perkotaan, melainkan sampai ke desa-desa.

"Dari hasil razia masif yang dilakukan hingga ke desa-desa setelah ada kejadian (Cicalengka), sudah ada sekitar hampir 100 ribu botol miras," katanya usai menghadiri kegiatan di Mapolres Tasik, Kamis (12/4).

Menurutnya peredaran miras di Jabar sudah dalam taraf memprihatinkan. Sebab semua daerah di Jabar masuk kategori rawan peredaran miras oplosan.

"Saya anggap semuanya harus rawan. Karena apa, karena kalau semuanya rawan kita lebih waspada," ucapnya.

Ia memperkirakan adanya pemasok miras dari luar wilayah Jabar. Perannya diduga sebagai pemasok bahan baku miras oplosan maut. Hanya saja, pihaknya masih dalam tahap penyelidikan.

"Sampai sekarang belum, tapi kami terus menelusuri," ujarnya.

Baca: Polda Jabar Temukan Bungker di Pabrik Miras Oplosan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA