Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Jelang Pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019

Muhammadiyah Serukan Elemen Bangsa tak Memecah Belah

Kamis 12 Apr 2018 20:16 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Agus Yulianto

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir (keempat kanan) bersama sejumlah petinggi partai politik foto bersama pada acara Halaqah Kebangsaan di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Kamis (12/4).

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir (keempat kanan) bersama sejumlah petinggi partai politik foto bersama pada acara Halaqah Kebangsaan di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Kamis (12/4).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Negara juga mempunyai kewajiban konstitusional untuk melindungi hak-hak warganya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Haedar Nasir, mengajak, seluruh elemen bangsa untuk tidak memecah belah yang menimbulkan permusuhan pada Pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019. Haedar meminta pesta demokrasi berjalan sesuai koridor konstitusi, prinsip demokrasi dan moralitas.

Itu disampaikan Haedar dalam halaqah kebangsaan yang diadakan PP Muhammadiyah, di Gedung Pusat Dakwah, Jakarta, Kamis (12/4). Halaqah tertutup tersebut dihadiri para pimpinan partai politik.

Haedae menuturkan, Muhammadiyah dan partai politik mempunyai pandangan sama. Bhwa seluruh elemen, memiliki kewajiban moral dan konstitusional menjadikan bangsa Indonesia bersatu, adil dan berdaulat.

Negara juga mempunyai kewajiban konstitusional untuk melindungi hak-hak warganya yang berpegang tegus kepada nilai-nilai pancasila. "Tantangan terberat kita adalah menyinambungkan nilai-nilai dasar itu untuk diimplementasikan di dalam kehidupan berbangsa," ujarnya.

Muhammadiyah, kata Haedar, tetap berkomitmen menjadikan Indonesia sesuai cita-cita kemerdekaan. Namun, dia menyadari, usia kemerdekaan yang mencapai 72 tahun, hingga kini, masih menyisakan berbagai persoalan antara lain korupsi, penggarapan sumber daya alam yang belum maksimal dan persoalan politik.

Karenanya, Haedar yakin, persoalan tersebut dapat diselesaikan jika menggunakan spirit kolektif sesuai dengan posisi dan peran masing-masing elemen masyarakat. Dia juga menyampaikan komitmennya bahwa Muhammadiyah akan selalu berharap positif menjaga demokratisasi.

"Semangat ini akan terus kami pupuk satu sama lain. Kami sadar berbeda posisi dan peran termasuk partai politik. Tapi semua tak mengurangi ikhtiar dan tekad politik untuk menjadikan rakyat sebagai pemilik kedaulatan rakyat," kata Haedar.

Dalam diskusi tersebut, kata Haedar, para pimpinan partai politik meminta bantuan media agar ikut menciptakan suasana kondusif ditahun politik.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA