Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Pengamat: Prabowo Harus Tegaskan Sikap Oposisinya ke Jokowi

Kamis 12 Apr 2018 14:23 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Andri Saubani

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup di Istana Merdeka, Kamis (17/11).

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup di Istana Merdeka, Kamis (17/11).

Foto: Republika/Halimatus Sa'diyah
Sebagai capres, Prabowo dinilai harus memiliki positioning yang jelas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menjelaskan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto harus memiliki positioning yang jelas sebagai tokoh oposisi. Tujuannya, agar ia dianggap berbeda dan tidak terkesan 'abu-abu'.

Hal ini disampaikan Adi terkait deklarasi Prabowo sebagai calon presiden (capres0 dalam Pilpres 2019 pada Rabu (11/4). Selama tiga tahun lebih, Prabowo tidak pernah terlihat sebagai tokoh oposisi dengan kerap menunjukkan kemesraan bersama Jokowi.

"Dampaknya, masyarakat melihat tidak ada diferensiasi antara dua orang tersebut," ujar Adi ketika dihubungi Republika.co.id, Kamis (12/4).

Apabila ingin maju ke Pilpres 2019 dan mengalahkan koalisi Jokowi, Adi menganjurkan agar Prabowo bisa melakukan kapitalisasi diri. Nantinya, upaya ini bisa menjadi antitesa dan mampu merebut hati para pihak yang merasa tidak puas dengan kinerja pemerintahan, termasuk Jokowi. Apabila datar saja, Adi pesimistis elektabilitas Prabowo akan stagnan di angka 24 persen.

Menurut Adi, Prabowo sebenarnya memiliki potensi besar untuk menang bersaing dari Jokowi. Sebagai oposisi, ia bisa menampung mereka yang kecewa dengan incumbent.

"Tapi, tentu harus diiringi dengan kredibilitas. Ia harus memiliki data valid apabila ingin mengkritik pemerintah," ucap direktur eksekutif Parameter Politik Indonesia tersebut.

Kerja keras Prabowo tidak berhenti di situ. Adi menjelaskan, Prabowo juga harus mulai menjual dirinya melalui iklan secara konvensional maupun digital. Ia harus bisa membuktikan bahwa dirinya kini sudah memiliki mandat dan berpotensi menggantikan Jokowi di pemerintahan selanjutnya.

Partai Gerindra mengumumkan hasil rapat koordinasi nasional (rakornas) yang menyimpulkan pemberian mandat bagi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk maju sebagai capres dalam Pilpres 2019 di Bogor Rabu (11/4). Prabowo menyatakan siap menerima mandat yang diberikan tersebut.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA