Jumat, 8 Syawwal 1439 / 22 Juni 2018

Jumat, 8 Syawwal 1439 / 22 Juni 2018

Pihak Istana Sambut Baik Deklarasi Capres Prabowo

Rabu 11 April 2018 20:18 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri / Red: Ratna Puspita

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko didampingi Menhub Budi Karya dan Menkominfo Rudiantara memberikan penjelasan terkait tarif angkutan ojek daring, Rabu (28/3).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko didampingi Menhub Budi Karya dan Menkominfo Rudiantara memberikan penjelasan terkait tarif angkutan ojek daring, Rabu (28/3).

Foto: Republika/Debbie Sutrisno
Pengumuman Prabowo sebagai capres Gerindra sangat bagus karena ada partner demokrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menanggapi pengumuman Partai Gerindra yang mengusung ketua umumnya Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Ia menyambut baik deklarasi Prabowo tersebut. 

"Tanggapan saya adalah sebuah kompetisi yang sangat bagus, ya, dalam konteks partner demokrasi," kata Moeldoko di kantornya, Rabu (11/4). 

Menurut dia, adanya calon lain dalam pesta demokrasi justru akan semakin baik untuk berkompetisi. "Kalau saya katakan partner demokrasi adalah ini sebuah kondisi di mana kalau nanti ada apa itu bertanding lah ada partnernya itu enak," jelasnya. 

Terkait kritikan kepada Istana yang beberapa kali dilontarkan oleh ketum Gerindra tersebut, Moeldoko tak mempermasalahkan asalkan merupakan kritikan yang membangun bagi pemerintah.  "Sepanjang itu lebih ke arah konstruktif apalagi ada solusinya itu pasti dari Istana berterima kasih. Sepanjang itu masih dalam konteks itu baik," ujar dia. 

Istana, kata dia, selalu terbuka terhadap berbagai kritikan dan masukan dari semua pihak. Bahkan, menurutnya, Presiden juga ingin bisa berkomunikasi dengan semua pihak. 

"Kalau seandainya itu semuanya tak terakomodasi, kami dari KSP bisa mengakomodasinya dengan baik," ucapnya. 

Moeldoko juga menanggapi penunjukkan dirinya sebagai kepala KSP oleh Presiden Jokowi. Ia membantah penunjukan dirinya dan satu Jenderal purnawirawan TNI lainnya merupakan strategi untuk melawan Prabowo dalam pilpres 2019.

Namun, menurut Moeldoko, dirinya diperlukan untuk memperkuat tim pemerintahan.  "Sebenarnya tidak ada melawan. Orang semuanya WNI kok kenapa dilawan? Akan tetapi, dalam politik itu saling memperkuat pasti ada. Konteksnya tidak melawan tapi saling memperkuat," kata Moeldoko. 

Partai Gerindra resmi mencalonkan Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) 2019. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, pencalonan Prabowo sebagai capres tersebut dilakukan setelah melalui proses panjang dengan menyerap aspirasi rakyat dari berbagai daerah.

"Atas dasar aspirasi tersebut, Partai Gerindra secara resmi mencalonkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan sekaligus memberikan mandat penuh untuk membangun koalisi dan memilih calon wakil presiden," kata Muzani dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Rabu (11/4).

Sebelum pernyataan resmi Gerindra, Prabowo menyatakan siap maju sebagai capres jika diberi mandat oleh seluruh kader partai. "Dengan segala tenaga saya, dengan segala jiwa dan raga saya, seandainya Partai Gerindra memerintahkan saya untuk maju dalam pemilihan presiden yang akan datang, saya siap melaksanakan tugas tersebut," kata Prabowo dalam pidato pembukaannya dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) di kediaman Prabowo, Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu. 

Dalam pidato tersebut, Prabowo juga menepis kabar yang mengatakan dirinya ragu dan pesimitis maju pada pilpres 2019. Ia menegaskan, dirinya adalah pemegang mandat dan pejuang Partai Gerindra.

“Selama saya diberi kekuatan oleh Yang Mahakuasa. Saya masih bisa berjuang dan selama saya dipercaya oleh Partai Gerindra kepada saya, akan saya jalankan," ucapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES