Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Sohibul Senang Lihat Respons Jokowi Soal #2019GantiPresiden

Senin 09 Apr 2018 01:00 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman (tengah)

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman (tengah)

Foto: Antara/Yudhi Mahatma
Adanya tagar #2019GantiPresiden menunjukkan keinginan masyarakat untuk perubahan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mengaku senang melihat respons Presiden Joko Widodo terhadap gerakan #2019GantiPresiden. Sohibul Iman mengatakan Presiden Jokowi memilih menanggapi santai gerakan #2019GantiPresiden dengan menyebut "kaos tidak akan bisa menggantikan presiden".

Bagi Sohibul Iman, penyikapan santai Jokowi terhadap gerakan #2019GantiPresiden yang semakin masif. Hal ini menunjukkan jika konstelasi menuju hajat akbar pergantian pimpinan nasional 2019 semakin asyik dicermati.

"Respons santai Pak Jokowi menunjukkan jika gerakan #2019GantiPresiden adalah gerakan biasa, bukan kejahatan sehingga tidak perlu ditanggapi berlebihan. Dengan begitu kontestasi Pilpres 2019 semakin asyik," ujar Sohibul Iman, Ahad (8/4).

Dia memandang masifnya dukungan masyarakat atas gerakan #2019GantiPresiden menunjukkan adanya keinginan masyarakat akan perubahan. Meskipun calon definitif belum ada, tetap disambut luar biasa oleh masyarakat.

Sohibul Iman menilai sambutan publik yang sangat masif terhadap gerakan #2019GantiPresiden cukup unik. Pasalnya hingga saat ini tidak ada bakal calon presiden resmi yang menjadi ujung tombak gerakan ini.

Ia menyebut saat ini belum ada partai politik atau koalisi partai politik yang secara resmi mendeklarasikan bakal calon presiden alternatif selain pejawat. "Sekarang ini yang resmi mencalonkan presiden baru pejawat, Pak Jokowi dengan dukungan koalisi yang cukup untuk mendapatkan tiket pada Pilpres 2019," terang mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut.

Sehingga, kata mantan Rektor Universitas Paramadina itu, gerakan #2019GantiPresiden adalah murni sebuah gagasan yang disambut publik secara luas tanpa harus melihat adanya calon alternatif yang resmi diusung di luar calon pejawat.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Semangat Adul Menuntut Ilmu (2)

Selasa , 13 Nov 2018, 23:56 WIB