Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

#2019GantiPresiden, Jokowi: Masak Kaos Bisa Ganti Presiden?

Ahad 08 Apr 2018 10:28 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Andri Saubani

Presiden Joko Widodo menghadir Konvensi Nasional GK Center di Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4).

Presiden Joko Widodo menghadir Konvensi Nasional GK Center di Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4).

Foto: Zahrotul Oktaviani/republika
Presiden Jokowi meminta masyarakat tidak termakan isu atau hoaks.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) peringatkan masyarakat Indonesia untuk tidak mempercayai isu atau hoaks yang beredar. Isu tersebut dikatakan dibuat untuk melemahkan bangsa sendiri.

"Banyak dari kita yang ingin melemahkan bangsa sendiri dengan cara yang tidak beradab. Isu antek asing, PKI, sampai infrastruktur. Begitu satu isu gagal, ganti yang lain," ujar Jokowi dalam sambutannya di Bogor, Sabtu (8/4).

Jokowi bercerita bahwa sudah banyak isu yang diarahkan kepadanya. Mulai dari isu bahwa dirinya adalah antek asing dan yang paling santer adalah isu PKI.

Jokowi pun menyatakan, selama perjalanannya menemui santri-santri di pesantren dirinya selalu memberikan penjelasan. Dirinya menyebut PKI dibubarkan pada 1965, di mana dirinya masih berumur empat tahun. "Mana ada PKI balita? Di mana ada PKI umur empat tahun?" ujarnya.

Dirinya juga mencontohkan sebuah gambar editan yang beredar di media sosial. Di situ terdapat foto dirinya dengan DN Aidit. Begitu ditelusuri, foto DN Aidit tersebut ternyata diambil pada 1955 di mana saat itu Jokowi pun belum lahir.

Isu-isu yang beredar ini disebut Jokowi tidak beradab dan tidak masuk akal. Begitu isu PKI dirasa tidak mempan untuk menggoyahkan bangsa Indonesia, isu itu pun diganti mengarah pada infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur pada zaman pemerintahan Jokowi memang termasuk besar. Selama pembangunan ini, Jokowi mengaku bahwa pasti ada yang berjalan dengan baik dan ada yang tidak.

Untuk yang tidak berjalan dengan baik, maoa hal tersebut harus dibenahi. Sebagai manusia biasa dirinya merasa penuh dengan salah dan kurang.

"Isu infrastruktur nggak berhasil, ganti lagi isu utang. Waktu saya dilantik, hutang itu sudah Rp 2.700 triliun, bunganya Rp 250 triliun setiap tahun. Saya bilang gini supaya semuanya ngerti," ujar Jokowi.

Dirinya menyebut banyak masyarakat mengira utang yang dimiliki Indonesia saat ini adalah hasil perbuatannya, padahal tidak. Isu utang pun telah dijawab, dan berganti dengan isu kaos.

Belakangan memang beredar kaos yang dijual dan bertuliskan #2019GantiPresiden. Jokowi merasa yang bisa mengganti Presiden adalah rakyat dan restu Allah SWT. "Masak kaos bisa ganti Presiden? Yang bisa ganti Presiden itu rakyat, kalau rakyat mau ya bisa ganti. Kedua restu dari Allah. Masak ganti kaos bisa ganti Presiden," kelakarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES