Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Nasdem Terbuka untuk Gatot Nurmantyo

Sabtu 31 Mar 2018 17:44 WIB

Rep: Agus Raharjo/ Red: Ratna Puspita

Surya Paloh

Surya Paloh

Foto: Antara/Sahrul Manda Tikupadang
Hari ini menjadi hari terakhir Gatot sebagai prajurit TNI. Gatot pensiun mulai besok.

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menegaskan partainya terbuka jika Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ingin bergabung dalam gerbong partainya. “Tidak ada masalah (Gatot gabung Nasdem)," kata Surya Paloh usai memberi arahan dalam konsolidasi kader Partai Nasdem di Batam, Sabtu (31/3).

Sabtu (31/3) hari ini merupakan hari terakhir Gatot Nurmantyo menjadi prajurit TNI aktif. Gatot akan pensiun pada Ahad (1/4) ini. 

Pensiunnya Gatot sebagai prajurit TNI aktif memunculkan pertanyaan kemana sosok kelahiran Kota Tegal ini akan masuk ke dunia politik. Surya Paloh menegaskan, soal pilihan Gatot Nurmantyo untuk bergabung atau tidak dengan partai politik terserah yang bersangkutan sendiri. 

Namun, Nasdem akan dengan senang hati membuka pintu partai kalau Gatot ingin bergabung dengan partai yang belum genap berusia 7 tahun ini. "Jangankan Pak Gatot, siapa saja warga negara Indonesia yang baik, yang datang dengan niatan yang baik kami welcome,” kata dia. 

Paloh mengaku sampai saat ini Nasdem belum melakukan pendekatan untuk mengajak Gatot Nurmantyo bergabung ke partainya. Bahkan, Paloh menuturkan belum memikirkan apakah akan memberikan tawaran pada Gatot untuk bergabung atau tidak. 

"Belum (pernah ngajak). Belum juga (akan dilakukan)," tegas Paloh. 

Saat berkunjung ke kantor Republika, Gatot mengakui mendapat tawaran bergabung dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Hal itu terjadi saat Gatot bertemu dengan Prabowo setelah tidak menjabat sebagai panglima TNI. 

"Beliau menyampaikan, kalau nanti mau bergabung, saya (Prabowo) terbuka," tutur Gatot, Kamis (29/3) lalu.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu juga mengatakan belum bisa menjawab ajakan bergabung dari Prabowo karena statusnya masih prajurit aktif. "Saya kemudian bilang, Pak, saya belum bicara masalah itu. Sebagai seorang negarawan dan patriot, pasti Bapak jawabannya sama dengan saya, kalau Bapak ditanya. Nggak boleh berpolitik praktis," ujar Gatot. 

Teka-teki kemana Gatot akan bergabung menjadi sangat menarik karena namanya selalu muncul dalam sejumlah survei calon presiden maupun wakil presiden. Gatot menjadi salah satu calon presiden alternatif selain Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo. 

Nama Gatot bahkan di beberapa survei mengungguli sejumlah nama capres alternatif potensial lainnya, seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hingga Anies Baswedan.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA