Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Ini Celah Kelemahan jika Prabowo-Gatot Berpasangan

Jumat 30 Mar 2018 04:24 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Didi Purwadi

Mantan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memaparkan pandangannya saat berkunjung ke kantor Republika, Jakarta, Rabu (28/3).

Mantan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memaparkan pandangannya saat berkunjung ke kantor Republika, Jakarta, Rabu (28/3).

Foto: Republika/Prayogi
Jenderal Gatot Nurmantyo dikenal dekat dengan kalangan Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wacana terkait kandidat capres/cawapres dalam Pilpres 2019 terus bergulir. Kini ada wacana menduetkan capres Prabowo Subianto dengan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyusul pertemuan keduanya beberapa hari lalu.

Pengamat Politik Universitas Paramadina, Toto Sugiarto, mengatakan kepada Republika.co.id di Jakarta pada Kamis (29/3) bahwa ada celah ketika dua jenderal tersebut berpasangan dalam Pilpres 2019. Kondisi Prabowo dan Gatot yang sama-sama berlatar belakang militer ini memang menjadi kelemahan. Idealnya, pasangan capres-cawapres itu terdapat sosok dari kalangan sipil.

''Boleh jadi, lawan politik Prabowo bakal menyerang dengan menggelindingkan isu dua tokoh militer yang memiliki ambisi besar dalam politik,'' katanya. "Tapi, itu tergantung nanti bagaimana meresponsnya. Kampanye baliknya seperti apa. Misalnya bilang tentara bukan hal negatif dalam politik.''

Selain itu, latar etnis Prabowo dan Gatot yang sama-sama Jawa juga menjadi kelemahan lainnya. Sebab, Toto menilai pasangan capres-cawapres idealnya Jawa-nonJawa demi memperbesar suara dari seluruh wilayah Indonesia.

Meskipun memiliki celah kelemahan, Prabowo dinilainya tetap akan meraup suara dari basis Islam bila memilih Gatot sebagai pendamping dirinya untuk menghadapi Pilpres 2019. Sebab meski berlatar militer, Gatot dekat dengan kalangan Islam alias tentara hijau.

"Tetap dapat (suara basis Islamnya), Gatot ini kan dekat dengan Islam, dia itu tentara hijau. Dari sisi nasionalis-Islamnya dapat," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA