Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Prabowo Belum Diumumkan Capres, Ini Alasan Waketum Gerindra

Senin 19 March 2018 02:04 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andri Saubani

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Presidential threshold memang mengharuskan Gerindra berkomunikasi dengan partai lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Ferry Juliantono mengungkapkan alasan Ketua Umum (ketum) Partai Gerindra, Prabowo Subianto belum memutuskan untuk mencalonkan diri menjadi calon presiden (capres) untuk Pilpres 2019. Ferry mengatakan, ada beberapa macam pertimbangan, antara lain soal pilkada yang juga harus dipersiapkan kemenangannya di beberapa daerah.

"Kemudian juga faktor kita berkomunikasi dengan partai lain. Kan kita juga nggak boleh jemawa. kalau presidential threshold ini memang mengharuskan kita berkomunikasi dengan partai lain," kata Ferry di Jakarta, Ahad (18/3).

Meskipun begitu, Ferry mengatakan di awal April mendatang, Prabowo akan menjawab permintaan dari keluarga besar Partai Gerindra terkait kesedian dirinya untuk maju sebagai capres penantang Joko Widodo (Jokowi). Seluruh kader Partai Gerindrasecara internal menginginkan Prabowo bersedia mencalonkan kembali. Hal tersebut juga dibuktikan beberapa DPD yang sudah mendeklarasikan Prabowo sebagai calon presiden.

"Kita ingin Pak Prabowo yang maju sebagai capres. Kalau cawapresnya stok kita banyak, mulai dari Gatot, Anies, segala macam lah," ujarnya.

Ferry optimistis dengan mengusung kembali Prabowo, maka hal tersebut bisa menandingi elektabilitas Jokowi, dibuktikan dari hasil-hasil survei yang ada, nama Prabowo cukup tinggi jika dibanding nama-nama lain.

"Simulasi terakhir yang membuat kami optimis bahwa ketika Pak Jokowi dihadapkan dengan kotak kosong, ternyata perolehan suara Pak Jokowi hanya 44 persen. 56 persennya inginnya presiden baru, Itu yang membuat kemudian kita makin optimis bahwa 2019 nanti kecenderungannya sebagian rakyat kita inginnya presiden baru," harapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES