Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

Mengapa Partai Demokrat Memilih Mengusung AHY?

Ahad 18 March 2018 10:16 WIB

Rep: Farah Nabila Noersativa/ Red: Elba Damhuri

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berjabat tangan dengan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) disaksikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat 2018 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3).

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berjabat tangan dengan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) disaksikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat 2018 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
AHY salah satunya dinilai bisa meraup suara Islam, Jawa, dan luar Jawa.

REPUBLIKA.CO.ID JAKARTA -- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tampil sebagai sosok muda yang terus diusung Partai Demokrat untuk ikut ambil bagian pada Pilpres 2019. Ada sejumlah alasan rasional mengapa Demokrat yang dinakhodai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih mengusung AHY daripada kader lain.

Pengamat politik LIPI Indria Samego mengatakan, dari sisi popularitas dan elektabilitas, AHY termasuk yang tertinggi di antara calon-calon Demokrat lainnya. Hampir semua lembaga survei menempatkan AHY sebagai kandidat cawapres potensial bersama nama-nama besar lainnya seperti Gatot Nurmantyo dan Anies Baswedan.

Dari sisi pengalaman AHY boleh jadi kurang, tetapi elektabilitas dan popularitasnya tinggi. Proses demokrasi pada pilpres, calon dengan tingkat keterpilihan tinggi jauh lebih diuntungkan dibandingkan masalah pengalaman.

Pengamat politik Universitas Paramadina, Djayadi Hanan, juga menyatakan hal senada. Ia menilai AHY diperhitungkan karena elektabilitasnya di berbagai survei cukup kompetitif.

AHY dianggap sebagai tokoh muda yang bisa diharapkan menjadi pemimpin, walaupun memang belum berpengalaman. Bersama Partai Demokrat, AHY punya peluang yang sama besarnya dengan calon lain.

AHY yang merupakan Ketua Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat saat ini coba diusung menjadi cawapres Joko Widodo (Jokowi). Hal itu menguat usai Jokowi membuka Rakernas Partai Demokrat pada Sabtu (10/3) lalu.

Faktor lain yang membuat Demokrat yakin mengusung AHY terkait dengan politik konservatif Jawa-Islam. "Kelihatannya, terus terang saja kalau bicara popularitas itu ya AHY di atas TGB. Yakni masih menurut paham konservatif Jawa-Islam, dan AHY masuk kriteria itu," kata Indria Samego, Sabtu (17/3).

AHY dinilainya memiliki banyak sisi yang lebih banyak memiliki peluang untuk diterima. Baik dari sisi latar belakang keluarganya, latar pendidikannya, kemudian posisi politiknya sebagai orang yang berada di tengah.

Samego mengatakan, AHY bisa meraup suara dari kalangan Islam, Jawa, dan luar Jawa. Posisi AHY juga lebih moderat. "Indonesia luas, suara warga dari Sulawesi sampai Papua juga harus diraih," dia menegaskan. Dengan begitu, AHY akan lebih memiliki peluang yang lebih besar ketimbang calon lain.

Samego mengakui beberapa kali melakukan perbincangan bersama orang-orang dalam lingkaran Partai Demokrat. Mereka memang lebih memprioritaskan AHY ketimbang kader lain. Samego juga tak menutup mata adanya kepentingan politik untuk meneruskan ayahnya yang juga merupakan Ketua Umum Partai Demokrat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES