Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

PKS Ingin PAN Bergabung dengan Koalisi Bersama Gerindra

Sabtu 17 Mar 2018 11:42 WIB

Rep: Adinda Pryanka / Red: Ratna Puspita

Politikus PKS Almuzzamil Yusuf

Politikus PKS Almuzzamil Yusuf

Foto: ROL/Fian Firatmaja
PKS ingin koalisi bersama Partai Gerindra untuk Pilpres 2019 menjadi lebih besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mencoba membangun komunikasi dengan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk bergabung dalam koalisi bersama Partai Gerindra. PKS ingin koalisi bersama Partai Gerindra untuk Pemilhan Presiden (Pilpres) 2019 semakin besar. 

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf menginginkan, koalisi PKS dan Gerindra bisa lebih besar lagi untuk membuka peluang lebih besar dalam Pilpres 2019. Karena itu, PAN akan menjadi target prioritas PKS berikutnya.

Almuzzammil mengatakan, sampai saat ini, memang belum ada kriteria mendetail terkait calon presiden alternatif yang akan diajukan PKS bersama Gerindra. "Terpenting, sosok itu memang didukung dan disepakati oleh partai koalisi," ujar anggota Komisi II DPR itu ketika dihubungi Republika, Sabtu (17/3).

Almuzzammil menambahkan, tidak hanya PKS yang berhak mengajukan nama untuk posisi calon presiden maupun wakil presiden. "Tiap mitra koalisi berhak mengajukan nama masing-masing dari mereka," ucapnya.

Karena itu saat ini, Almuzzammil mengatakan, PKS juga fokus dalam melakukan sejumlah dialog bersama mitra koalisi terkait calon yang bakal diajukan pada Pilpres 2019. PKS bersama Gerindra bertekad mengajukan calon presiden untuk menjadi penantang pejawat Joko Widodo tahun depan. 

Koalisi PKS dan Partai Gerindra sudah memiliki modal 20,1 persen kursi di DPR RI. Persentase tersebut memenuhi persyaratan minimal 20 persen kursi DPR untuk mengusung calon pada pesta demokrasi tahun depan. 

Pada Februari, PKS telah mengumumkan sembilan nama yang akan diajukan ke partai politik lain dan tokoh potensial. Dari sembilan nama itu, di antaranya ada Mantan Presiden PKS Anis Matta, Presiden PKS saat ini, Mohamad Sohibul Iman dan Almuzzammil.

Setelah pengumuman itu, belum banyak pergerakan yang dilakukan oleh PKS. Pada Kamis (15/3), PAN Bergabung dengan Koalisi Bersama Gerindra" target="_blank" rel="noopener">Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan PKS memiliki prinsip tersendiri dalam bergerak menuju Pilpres 2019. 

Selayaknya naik mobil manual di jalan bebas hambatan, dibutuhkan perpindahan gigi secara bertahap. "Gigi satu dulu, baru gigi dua, tiga dan seterusnya. Awalnya mulai dengan perlahan, tapi meningkat," ujarnya ketika dihubungi Republika

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA