Friday, 7 Zulqaidah 1439 / 20 July 2018

Friday, 7 Zulqaidah 1439 / 20 July 2018

Hendri: AHY Punya Popularitas Bagus

Sabtu 17 March 2018 06:31 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Didi Purwadi

Komandan Satuan Bersama (Kogasma) Partai Demokrat untuk Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Selasa (6/3).

Komandan Satuan Bersama (Kogasma) Partai Demokrat untuk Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Selasa (6/3).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
AHY belum membuktikan dirinya sebagai pemimpin di pemerintahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrat dinilai harus mempertimbangkan matang-matang apabila lebih memilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) daripada TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) sebagai capres pada pemilihan presiden 2019. Karena, AHY dinilai tidak memiliki pendukung massa yang riil.

''AHY bukan pemimpin daerah dan artis yang punya fanclub," ujar pendiri Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Hendri B Satrio, kepada Republika.co.id, Jumat (16/3).

Hendri mengakui AHY memang lebih populer apabila dibandingkan dengan TGB. Namun, katanya, AHY bukan pemimpin daerah seperti TGB yang sudah terbukti sukses memimpin Nusa Tenggara Barat (NTB) selam dua periode. AHY pun tidak seperti TGB yang merupakan tokoh agama yang memiliki basis massa Islam.

Selain itu, AHY belum membuktikan dirinya sebagai pemimpin di pemerintahan atau politik. Karier cemerlang di militer tidak menjamin AHY akan sukses menjalani karier politiknya.

Pilkada DKI 2017 menjadi salah satu bukti bahwa AHY belum memiliki dukungan masa yang kuat. AHY kalah di putaran pertama dari dua pesaingnya yakni Basuki Tjahaja Purnama dan Anies Baswedan. ''Pilkada DKI Jakarta menjadi contoh kegagalan AHY meraup suara,'' katanya.

Sementara Wakil Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay, pun sudah memberi sinyal. PAN kemungkinan tidak akan berkoalisi dengan Partai Demokrat jika mengusung AHY di bursa Pilpres 2019. "Kami sedang silaturahim ke parpol lain. AHY bisa jadi, tapi kemungkinan besar tidak," kata Saleh kepada Republika.co.id.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA