Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

PDIP tak Ingin Ada Dikotomi Cawapres untuk Jokowi

Rabu 14 Maret 2018 12:41 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Andri Saubani

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Sekjen PDIP menyaratkan cawapres bisa bekerja sama dengan Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah partai politik (parpol) pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menawarkan ketua umum partainya sebagai calon wakil presiden (cawapres). Akibatnya ada isu bahwa sebaiknya pendamping Jokowi diambil dari nonparpol agar tidak ada kecemburuan di antara parpol pendukung.

Namun Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto tidak setuju dengan adanya dikotomi parpol dan nonparpol. "Tidak perlu ada dikotomi dari parpol nonparpol. Semua untuk kepentingan bangsa dan negara yang penting, semua bergerak ke bawah untuk rakyat, semua berdedikasi untuk bangsa dan negara dan dapat bekerja sama dengan baik bersama bapak Jokowi," tegas Hasto saat ditemui di Kompleks Parlemen, Rabu (14/3).

Hasto menambahkan, tidak perlunya dikotomi tersebut karena parpol juga berdedikasi bangsa dan negara. Mereka yang terpanggil sebagai pemimpin untuk bangsa dan negara juga memiliki komitmen yang sama. Oleh karena itu PDI Perjuangan selalu membuka ruang bagi hadirnya kepemimpinan baik yang berasal dari partai maupun yang berasal dari luar parpol.

"Bagi PDI Perjuangan yang penting memiliki kualifikasi kepemimpinan yang baik tapi ciri kepemimpinan ke depan adalah bergerak ke bawah, dia sangat memahami siapa yang dipimpinnya yaitu rakyat Indonesia," ungkapnya.

Sehingga, Hasto menegaskan, PDI Perjuangan juga tidak pernah membuat dikotomi antara parpol dan nonparpol, yang jelas partai terus melakukan fungsi kaderisasi kepemimpinan. Tentu saja dalam perspektif yang ideal bagi kepentingan PDI Perjuangan. Hanya saja, sambung Hasto, alangkah lebih baiknya kalau cawapres ini telah melalui proses kaderisasi dari internal partai.

"Mengingat ada penanggungjawabnya, ada kekuatan kolektif yang juga menjadi kekuatan riil dari mereka yang akan mendampingi bapak Jokowi. Tapi nanti kita lihat akan ada titik temu, politik itu selalu ada solusi," terangnya.

Meski demikian, saat ini pihaknya lebih dulu fokus, bagaimana masyarakat mengapresiasi dari kerja keras Presiden Joko Widodo. Menurutnya, kepemimpinan Joko Widodo yang memberikan arah, kepemimpinan yang meletakkan dasar-dasar yang baik bagi pembangunan ke depan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES