Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Polling Demokrat DKI: TGB Teratas Dampingi AHY

Selasa 13 Maret 2018 17:49 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Andri Saubani

Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menghadiri undangan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1439 H dan Pelantikan DPD Aceh Sepakat di Medan, Sumut.

Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menghadiri undangan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1439 H dan Pelantikan DPD Aceh Sepakat di Medan, Sumut.

Foto: dok Humas Pemprov NTB
Warganet tetap menginginkan TGB menjadi capres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Pimpinan Daerah (DPP) Partai Demokrat untuk DKI Jakarta baru saja mengeluarkan hasil survei untuk nama-nama calon pendamping Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres 2019. Ada empat nama yang ikut dalam polling, yaitu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Dari hasil survei yang dirilis oleh DPD Demokrat DKI Jakarta melalui media sosial Twitter, nama TGB mencuat di urutan teratas. Cucu dari pahlawan nasional asal NTB TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid itu mendapatkan 56 persen suara. Perolehan dukungan terhadap TGB jauh di atas Cak Imin, Anies dan Sandi.

Anies berada di urutan kedua dengan angka 20 persen. Cak Imin di urutan ketiga, hanya kalah satu persen dari Anies. Sementara Sandi hanya mendapatkan 5 persen dukungan.

Namun menariknya, warganet tak puas andai Demokrat mengusung TGB sebagai cawapres pendamping AHY. Warganet yang aktif bergerliya di media sosial atas inisiatif sendiri mayoritas menginginkan TGB sebagai calon presiden (capres).

"Kami lebih mendukung TGB yang maju jadi Capres. Beliau sudah teruji dan berpengalaman. Maaf bukan menyepelekan AHY. Tapi realitanya seperti itu," tulis @AzirwanMustakim.

Begitu juga disuarakan oleh Adib Nazry lewat akun twitternya @adib_nazry. Menurut Adib, harusnya partai penguasa 2004-2014 itu membuat survei untuk mencari pendamping TGB di Pilpres 2019, bukan memasukkan nama TGB sebagai salah satu calon pendamping Capres.

"Cari pendamping untuk TGB. Bukan TGB jadi pendamping. Insya Allah Indonesia akan berkah," tulis Adib.

Senada juga dengan netizen bernama Hamzani. Menurut dia, TGB adalah representasi figur yang paling dibutuhkan untuk menyelesaikan bermacam persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia.

Ada ratusan komentar dari netizen yang mendesak agar Demokrat mengusung TGB menjadi Capres 2019. Netizen menginginkan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meniru langkah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kala mengusung Joko Widodo yang kala itu menjabat Gubernur DKI untuk maju sebagai capres 2014.

Warganet menilai jika SBY mengusung TGB yang notabene kader asli Partai Demokrat, suara partai berlambang bintang mersi itu akan meningkat drastis pascaanjlok di Pemilu 2014 lalu. Serbuan warganet untuk mendesak Demokrat mengusung TGB sebagai capres tak hanya di unggahan Twitter DPD Demokrat DKI.

Ribuan warganet juga menyerbu akun fanpage Facebook DPP Partai Demokrat dan akun resmi SBY untuk mendesak mantan Presiden RI ke enam itu menunjukkan sikap negawaran. Yakni, dengan mendorong TGB dalam kontestasi pilpres tahun depan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA