Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Gerindra Segera Deklarasikan Prabowo Sebagai Capres

Selasa 13 March 2018 17:47 WIB

Red: Ratna Puspita

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Riza Patria memberikan paparannya saat Diskusi Media di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (3/10).

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Riza Patria memberikan paparannya saat Diskusi Media di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (3/10).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Gerindra akan menyiapkan forum untuk mendeklarasikan Prabowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Gerindra segera mendeklarasikan ketua umumnya Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam menghadapi pemilu serentak tahun 2019. Gerindra akan menyiapkan forum untuk mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden, apakah melalui rapat pimpinan nasional (rapimnas) atau melalui rapat kerja nasional (rakernas).

"DPD Partai Gerindra di seluruh Indonesia sudah mendeklarasikan dukungan kepada Pak Prabowo sebagai Calon Presiden. DPP juga mendukung Pak Prabowo sebagai Calon Presiden. Tinggal mencari forumnya," kata Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patriadi di sela rapat dengar pendapat antara Komisi II DPR RI dengan KPU dan Bawaslu, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa (13/3).

Riza Patria juga optimistis, jika Prabowo Subianto maju sebagai calon presiden dapat memenangkan kontestasi Pemilihan Presiden 2019.

Ketika ditanya soal adanya wacana pembentukan poros ketiga, menurut Riza Patria, Partai Gerindra menyambut baik wacana tersebut. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, menurut dia, juga menyambut baik wacana tersebut, yang menunjukkan proses demokrasi berjalan baik.

"Pak Prabowo menginginkan proses demokrasi berjalan baik dan kondusif," katanya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini menambahkan wacana pembentukan poros ketiga bermakna semakin banyak putra bangsa yang berpeluang maju sebagai calon Presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres). Menurut dia, pada pembahasan RUU Pemilu, Partai Gerindra mengusulkan persyaratan mengusung calon presiden atau presidential threshold adalah nol persen, sehingga lebih banyak putra bangsa dapat maju sebagai capres.

"Namun, yang menjadi kesepakatan persyaratan presidential threshold adalah 20 persen, sehingga menjadi berat," katanya.

Menurut Riza Patria, meskipun sulit untuk terbentuk, tapi tapi jika wacana poros ketiga dapat terbentuk, maka pemilu presiden 2019 akan semakin ramai.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Spanyol Taklukkan Iran 1-0

Kamis , 21 June 2018, 03:21 WIB