Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Gerindra: PKS Paham Hanya Prabowo Bisa Kalahkan Jokowi

Selasa 13 Maret 2018 16:25 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Andri Saubani

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendatangi kantor DPP PKS untuk melakukan pertemuan dengan Partai PAN dan PKS, Jakarta, Ahad (24/12).

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendatangi kantor DPP PKS untuk melakukan pertemuan dengan Partai PAN dan PKS, Jakarta, Ahad (24/12).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Jika PKS memiliki capres, Gerindra tetap akan mengusung Prabowo sebagai capres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria meyakini PKS sebagai partai politik (parpol) solid dalam berkoalisi dengan Gerindra sejak 2014. Sehingga, Gerindra yakin PKS akan memahami bahwa hanya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang berpeluang besar mengalahkan bakal capres pejawat Joko Widodo (Jokowi) pada pilpres 2019.

Riza mengatakan, bila PKS mengajukan nama baru untuk posisi capres, Gerindra tetap akan mendukung Prabowo maju sebagai capres. "Saya kira PKS memahami dan mengerti bahwa yang memungkinkan, berpotensi, berpeluang, dan punya keyakinan menang melawan Pak Jokowi itu ya Pak Prabowo," kata dia kepada Republika.co.id, Selasa (13/3).

Terlebih, sepengetahuan Riza, PKS juga memberikan dukungan kepada Prabowo untuk maju dalam bursa capres 2019. "Sejauh yang saya tahu, PKS juga akan mendukung Prabowo. Dan bagi kita (Gerindra), hanya Prabowo untuk capres, enggak ada nama lain," kata dia menambahkan.

Riza juga melanjutkan, Gerindra dari tingkat DPP hingga kabupaten sudah sepakat mendukung Prabowo maju sebagai capres di pilpres 2019. Gerindra sudah mantap dengan pilihannya itu, meski berdasarkan hasil beberapa lembaga survei, elektabilitas Prabowo menunjukkan tren yang menurun.

"Prinsipnya Gerindra itu sudah solid bahwa Prabowo akan menjadi capres. Ini sudah solid, enggak ada nama yang lain. Ini kesepakatan di internal Gerindra," ujar dia

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman dalam kicauannya di Twitter mengungkapkan adanya pihak yang meminta dirinya untuk membujuk "08" agar tidak mencalonkan diri sebagai capres kembali karena sulit mengalahkan Jokowi. Makna "08" itu sendiri berarti Prabowo.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Spanyol Taklukkan Iran 1-0

Kamis , 21 Juni 2018, 03:21 WIB