Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

Demokrat Bantah Abaikan Potensi TGB di Pilpres 2019

Selasa 13 Maret 2018 13:28 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Andri Saubani

Gubernur NTB TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) memberikan tausyiahnya pada Tabligh Akbar bertajuk

Gubernur NTB TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) memberikan tausyiahnya pada Tabligh Akbar bertajuk "Urgensi Kepemimpinan dalam Islam" di Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Ar-Raudlatul Hasanah, Medan, Sumatera Utara, Jumat (23/2).

Foto: Humas Pemprov NTB
Demokrat membuka kesempatan yang sama terhadap semua kadernya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto menyatakan sebagai partai politik (parpol), partainya ingin menjadi insiator dan terus berkomitmen untuk terus menumbuhkembangkan demokrasi yang beretika dan bermartabat. Salah satunya, adalah dengan menghadirkan kepemimpinan bangsa ini yang sejalan dengan kehendak dan aspirasi masyarakat.

Oleh karena itu, Didik membantah persepsi bahwa Partai Demokrat mengabaikan calon potensial, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB), Muhammad Zainul Majdi dan menspesialkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menurutnya, akan menjadi kerugian besar bagi Demokrat jika tidak menstimulasi kadernya untuk mejadi bagian solusi buat bangsa ini.

"PD (Partai Demokrat) membuka dan memberikan kesempatan yang sama terhadap semua kadernya," ungkap Didik, saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (13/3).

Didik melanjutkan, ruangnya sangat terbuka, peluangnya juga sangat besar, waktunya juga relatif cukup bagi kader untuk mewujudkan tujuan mulia Partai Demokrat dalam mewujudkan kewajiban dan tugas besar untuk bangsa. Menjadi kewajiban kader untuk turut serta mengambil tanggung jawab tersebut secara aktif.

Baca: Roy Suryo: Demokrat Prioritaskan AHY Dibanding TGB.

Bagi Didik, pemikirian dan cara pandang yang keliru apabila ada anggapan, Demokrat bukan parpol dan demokratis yang tidak memberikan kesempatan yang sama kepada kadernya. "Justru sebaliknya, kami kader punya kewajiban dan tanggung jawab yang besar untuk perjuangan Demokrat ke depan," tegas Anggota Komisi III DPR RI.

Maka dengan demikian, Didik menegaskan, Partai Demokrat mendorong segenap kadernya untuk terus hadir ditengah masyarakat. Itu dilakukan agar para kader mampu menjadi bagian dari solusi besar buat bangsa ini.

Sehingga, Partai Demokrat tidak akan berhenti untuk membangun sinergi dengan masyarakat menyerap aspirasi masyarakat agar bisa lebih dalam memahami apa yang menjadi harapan besar terkait dengan kepemimpinan bangsa ke depan.

"Kami menyadari bahwa membangun bangsa kedepan salah satunya adanya Kepemimpinan yang punya visi besar, cakap dan Kuat. Menghadirkan pendidikan politik dan harapan baru ad melalui sharing dan adu gagasan, ide, visi, misi, program kerja dan komitmen yang bisa dipahami, dimengerti dan sejalan dengan hope publik," tuturnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Didik menyampaikan kader terbaik Partai Demokrat didorong untuk terus menjadi bagian dari solusi konkret. Hasilnya, tidak sedikit kader Partai Demokrat yang dalam perspektif integritas, kapasitas, kapabilitas dan Kompetensi layak untuk menjadi solusi konkret kepemimpinan bangsa kedepan, termasuk AHY, TGB dan kader Partai Demokrat lainnya.

"Tentu dengan kalkulasi matematika politik yang rasional dan objektif serta dukungan publik yang terukur, dengan mempertimbangkan kondisi serta situasi politik yang menyertainya. Kami akan mengambil keputusan politik besar yang strategik dan rasional," terangnya.

Walaupun, sambung Didik, saat ini AHY menjadi salah satu yang diharapkan untuk segenap kader Partai Demokrat dan juga publik yang terkonfirmasi dalam beberapa hasil survei. Namun juga tidak menghentikan perjuangan segenap kader kita yang lain. Justru sebaliknya, untuk sebuah tujuan besar. "Segenap kader harus mampu secara masif mengkapitalisasi dengan setiap gerak, langkah dan perjuangannya," tutup Didik.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA