Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Soal Status Tersangka Cakada, KPU Hormati KPK

Senin 12 Maret 2018 22:08 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Budi Raharjo

Ketua KPU Arief Budiman

Ketua KPU Arief Budiman

Foto: Republika/Prayogi
Meski cakada jadi tersangka, pilkada akan tetap berjalan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menghormati langkah yang akan dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait status hukum calon kepala daerah (cakada) yang mengikuti pilkada. Namun, dalam diskusi yang dilakukan di Kemenko Polhukam, ada kekhawatiran terkait bercampurnya persoalan hukum dan politik.

"Pertama kita hormati masing-masing lembaga. Menetapkan tersangka itu bukan kewenanganya KPU. KPU itu pelaksana, penyelenggara pemilihan umum," jelas Arief usai melakukan Rapat Koordinasi Khusus di Kemenko Polhukam, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (12/3).

Di dalam regulasi pemilu, kata dia, meski cakada ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK, pilkada akan tetap berjalan. Ia menyebutkan, dalam diskusi para tamu di Kantor Kemenko Polhukam, berkembang kekhawatiran adanya campuran persoalan hukum dan persoalan politik kalau KPK tetap mengumumkan nama-nama cakada yang bermasalah.

"Cuma berkembang dalam diskusi, ada kekhawatiran kalau ada campuran persoalan hukum dan persoalan politik," katanya.

Tapi, sekali lagi ia menyatakan, KPU tidak akan mengganggu kewenangan yang dimiliki oleh KPK. Kendati banyak harapan publik yang menginginkan yang ditetapkan sebagai tersangka didiskualifikasi, regulasi yang ada tak mengatur soal itu. "Meskipun dia ditetapkan (tersangka) statusnya sebagai calon masih berjalan," ungkapnya.

Arief mengungkapkan, terakhir KPU bertemu dengan KPK ketika mereka rapat di Komisi II DPR RI. Persoalan mengenai hal tadi telah dibahas pada pertemuan itu. Perdebatan di sana mengenai hal tersebut sempattimbul. "Ada yang bilang teruskan saja, tapi nanti ada sebagian pihak untuk menggunakan ini untuk saling menjatuhkan," terang Arief.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA