Monday, 11 Syawwal 1439 / 25 June 2018

Monday, 11 Syawwal 1439 / 25 June 2018

Zulkifli Hasan: Kemungkinan Besar Dua Poros

Jumat 09 March 2018 11:54 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Zulkifli Hasan

Zulkifli Hasan

Foto: ROL/Fian Firatmaja
Tingginya elektablitas Jokowi menjadi alasan sulit dibangunnya poros alternatif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan secara matematika, pembentukan poros ketiga mungkin untuk dlakukan. Namun, menurut dia, usulan adanya poros ketiga sangat sulit terwujud. 

“Secara matematis mungkin, walaupun tidak mudah karena syarat 20 persen. Jadi kemungkinan besar bisa dua (poros)," kata pria yang akrab disapa Zul di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/3).

Ia mengungkapkan, tingginya elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) menjadi alasan sulit dibangunnya poros alternatif tersebut. Bahkan, tingginya elektablitas Jokowi justru berpotensi memunculkan calon tunggal. 

Terkait pertemuan politikus PAN dengan PKB dan Partai Demokrat pada Kamis (8/3) malam, Zul mengatakan hal tersebut hanyalah bagian dari silaturahim antarpartai. Pria yang juga menjabat sebagai ketua MPR tersebut juga mengakui komunikasi dengan PKB dan Demokrat sangat baik. Namun, PAN juga berkomunikasi baik dengan PDI Perjuangan.

Hingga kini, PAN belum memutuskan arah politik pada Pemilihan Presiden 2019. Ketika ditanya mengenai sikap koalisi PAN di Pilpres 2019, Zul enggan berkomentar banyak. “Tunggu tanggal mainnya," ucapnya.

Secara matematis, poros ketiga mungkin muncul dari Partai Demokrat, PAN, dan PKB, yang belum memutuskan arah koalisi. Ketiganya memiliki gabungan kursi sebesar 27,94 persen. Perinciannya, Partai Demokrat 10,89 persen, PAN 8,75 persen, dan PKB 8,3 persen. 

Saat ini, lima partai sudah mendeklarasikan akan mengusung Joko Widodo untuk periode kedua pada Pilpres 2019, yakni PDIP, Partai Golkar, PPP, Partai Nasdem, dan Partai Hanura. Gabungan lima partai tersebut memiliki 51,66 persen kursi di DPR. 

Rival yang mungkin menantang koalisi Jokowi, yakni Partai Gerindra (13 persen) dan PKS (7,1 persen), yang memiliki gabungan kursi sebesar 20,1 persen. 

Baca juga: Partai Islam Cenderung Merapat ke Figur dengan Elektabilitas Tinggi

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES