Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

UII Tidak Akan Larang Mahasiswi yang Bercadar

Jumat 09 March 2018 04:17 WIB

Rep: muhammad subarkah/ Red: Muhammad Subarkah

Kampus UII.

Kampus UII.

Foto: Wahyu Suryana.
UII menjunjung toleransi, perbedaan ide, hingga perbedaan mahzab.

JAKARTA -- Rektor Universitas Islam Indoneisa (UII) Nandang Sutrisno mengatakan tidak akan ikut-ikutan melarang mahasiswinya yang mengenakan cadar. Bahkan UII akan tetap menerima bila ada calon mahasiswi yang sudah mengenakan cadar. Sebab, baginya sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam UII akan menerapkan penghayatan Islam yang  'rahmatan lil alamin' dan toleran terhadap semua perbedaan.

''UII adalah lembaga pendidikan atau universitas yang dilahirkan oleh para bapak bangsa, seperti Moh Hatta, KH Kahar Mudzakkir, KH Wahid Hasyim dan berbagai tokoh besar lainnya. Merekalah yang dahulu melahirkan konstitusi bangsa ini dalam sidang BPUPKI. Mereka punya beragam pandangan, mahzab, organisasi, hingga sikap hidup. Misalnya ada yang dari Muhammadiyah, orang dari kalangan NU, Persis, atau berbagai ormas Islam lainnya,'' kata Nandang kepada Republika.co.id, Rabu malam (8/3).

Selama ini, lanjut Nandang, UII bertoleransi terhadap setiap perbedaan. Bukan hanya perbedaan mahzab, bahkan para siswa banyak yang berbeda keyakinan, yakni bukan beragama Islam. UII pun telah membuktikan dalam rentang sejarah pendidikannya yang panjang, atau bahkan lebih tua umurnya dari usia sejarah negara republik Indonesia.

''Kami selalu menyemaikan dan mendukung toleransi beripikir dan berkeyakinan. Perkara perbedaan paham tetap kami terima karena itu menjadi hakikat sebuah institusi yang bernama pendidikan tinggi atau universitas. Kami ingin mencetak orang yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Kami tidak akan mendukung pikiran intoleransi hingga ektremisme maupun apa yang sekarang kerap disebut fundamentalisme,'' ujarnya lagi.

Pengalaman civitas akademika di masa lalu, kata Nandang, sudah memberikan banyak pelajaran berharga. Berbagai kelompok yang dituding sebagai pelaku antitolerisme seperti Islam Jamaah hingga berbagai soal mengenai kasus pelanggaran HAM sudah pernah dilakukan.

''UII telah melindungi mereka terutama bila tuduhan  itu dialamatkan kepada masyarakat biasa yang lemah dan papa. Tahun 1980-an misalnya, kami pernah membela penjaga sekolah yang hanya tamat SD di sebuah tempat terpencil yang dituduh akan mendirikan negara Islam. Kami pun ikut serta dalam pembelaan kasus pelanggaran HAM, misalnya di Timor Timur. Jadi kami akan mengakomodasi perbedaan pendapat. Kami sama sekali tidak akan mendukung intoleransi. Kami akan menjadikan mahasiswa kami sebagai Ulil Albab yang seutuhnya,'' tegas Nandang Sutrisno seraya menyebutan bila jumlah mahasiswa UII sudah mencapai lebih dari 23 ribu orang yang terdiri dari jenjang S1,S2, dan S3.

UII yang berdiri sejak sebelum kemerdekaan RI, yakni pada pada hari Ahad tanggal 27 Rajab 1364 H bertepatan dengan tanggal 8 Juli 1945 M. Universitas ini sekarang  memiliki jumlah mahasiswa aktif lebih dari 23.000 mahasiswa dan telah memiliki 86.000 alumni hingga Oktober 2017. UII membangun Kampus Terpadu sejak tahun 1990 dengan lahan seluas 36 hektar di daerah sejuk di Jalan Kaliurang km 14,5. Di samping itu juga terdapat beberapa kampus di Kota Yogyakarta.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES