Monday, 11 Syawwal 1439 / 25 June 2018

Monday, 11 Syawwal 1439 / 25 June 2018

‘Sosok dari Luar Partai Bisa Dampingi Jokowi’

Kamis 08 March 2018 05:32 WIB

Red: Ratna Puspita

Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie (kiri) bersama Wakil Ketua Bidang Politik Dalam Negeri ICMI Priyo Budi Santoso (tengah) dan Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari  saat diskusi

Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie (kiri) bersama Wakil Ketua Bidang Politik Dalam Negeri ICMI Priyo Budi Santoso (tengah) dan Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari saat diskusi

Foto: Republika/Prayogi
Nama yang patut dipertimbangkan, yakni Jimly Asshiddiqie, Din Syamsudin, & Mahfud MD.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Bidang Politik Dalam Negeri Priyo Budi Santoso mengusulkan sejumlah sosok dari luar partai untuk mendampingi Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019. "Ada nama lain yang bisa, untuk ekonomi dan juga Islam yang patut dipertimbangkan ada Jimly Asshiddiqie, Din Syamsudin dan Mahfud MD dari jalur luar partai, tetapi punya kelebihan sisi keislaman," kata Priyo Budi Santoso di Jakarta, Rabu (7/3).

Ia menyayangkan apabila tokoh berkualitas yang tidak tergabung dalam parpol kemudian tidak dipilih, padahal seperti Din Syamsudin dekat dengan Presiden Jokowi. Meski begitu, ia berpendapat tokoh-tokoh dari partai yang akan diusulkan masing-masing partai pendukung juga figur yang layak.

Tokoh yang mendampingi Presiden Jokowi, menurut dia, sebaiknya memiliki kriteria dapat meningkatkan elektabilitas, meskipun berdasarkan sejumlah survei menunjukkan elektabilitas Presiden Jokowi tinggi.

Ia memperkirakan terdapat tiga skenario dalam Pilpres 2019, yakni dua kubu mengulang Pilpres 2014 antara Jokowi dan Prabowo sebagai risiko demokrasi. Selanjutnya kemungkinan muncul poros ketiga yang dimotori oleh Partai Demokrat, PKB dan PAN yang dinilainya juga bagus untuk demokrasi di Indonesia. Terakhir skenario calon tunggal Jokowi berpasangan dengan Prabowo karena persyaratan 20 persen.

"Menambah elektabilitas penting, orang perkasa yang posisinya menguntungkan, jika salah pilih pasangan akan menyulitkan, kalau ada cawapres bisa selesaikan masalah ini, bisa jadi peluang besar," ucap Priyo. 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES