Senin, 11 Syawwal 1439 / 25 Juni 2018

Senin, 11 Syawwal 1439 / 25 Juni 2018

AHY: Terlalu Dini Bagi Demokrat Tentukan Poros Baru

Selasa 06 Maret 2018 15:37 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri / Red: Ratna Puspita

Komandan Satuan Bersama (Kogasma) Partai Demokrat untuk Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/3).

Komandan Satuan Bersama (Kogasma) Partai Demokrat untuk Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/3).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
AHY menilai kondisi politik di Indonesia masih sangat dinamis dan cair.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komando Tugas Bersama Demokrat untuk Pemenangan Pemilu 2019 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut, masih terlalu dini bagi Partai Demokrat untuk menentukan koalisi. Sebab, menurut dia, kondisi politik di Indonesia saat ini masih sangat dinamis sehingga menyulitkan Demokrat untuk segera menentukan arah koalisi yang akan dilakukan. 

Ia pun tak menutup kemungkinan terbentuknya poros baru nantinya. Kendati demikian,  AHY menilai perhitungan atau kalkulasi untuk menentukan koalisi masih terus dilakukan hingga saat ini oleh sejumlah partai politik.

"(Poros ketiga) sekali lagi terlalu dini untuk menentukan hari ini walaupun tinggal empat bulan. Akan tetapi, sekali lagi cairnya, dinamisnya politik Indonesia kali ini menyulitkan menentukan kami secara konklusif hari ini terhadap sesuatu yang masih mungkin terjadi di empat bulan ke depan," kata AHY di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (6/3). 

Terkait pertemuan dengan sejumlah tokoh maupun ketum parpol, AHY menyebut, penting dilakukan untuk membangun komunikasi bersama. Kendati demikian, AHY mengatakan, Demokrat masih belum memutuskan koalisi yang akan digandengnya, meskipun ia telah bertemu dengan sejumlah tokoh penting.

“Kami membuka diri untuk berkomunikasi dengan siapa pun. Chemistry akan terbangun dengan sendirinya. Trust building juga adalah sebuah proses. Jadi, tidak ada yang kemudian pertemuan pertama satu jam telah kemudian menghadirkan sebuah kesepakatan final, apalagi sebuah koalisi. Belum sampai sana, nanti akan datang waktunya," kata AHY.

Baca: AHY tak Tutup Kemungkinan Demokrat Dukung Jokowi

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES