Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Besok, Abraham Samad Putuskan Nyapres atau Tidak

Jumat 02 Mar 2018 05:20 WIB

Red: Didi Purwadi

Ketua KPK non aktif Abraham Samad usai diperiksa selama enam jam oleh Bareskrim Mabes Polri di Gedung Bareskrim, Jakarta, Rabu (24/6).  (Republika/Raisan Al Farisi)

Ketua KPK non aktif Abraham Samad usai diperiksa selama enam jam oleh Bareskrim Mabes Polri di Gedung Bareskrim, Jakarta, Rabu (24/6). (Republika/Raisan Al Farisi)

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Nama Abraham Samad masuk bursa capres maupun cawapres 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, memberikan sinyal untuk ikut dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2019. Abraham mengaku akan mengambil keputusan dalam waktu dekat ini.

"Untuk memutuskan itu, butuh satu atau dua hari. Itu tentu dengan Shalat Istikharah," ujar mantan Ketua LBH Makassar itu usai membawakan materi pada Indonesian Future Leaders Conference di Balai Sidang 45, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.

Sejumlah lembaga survei merilis nama Abraham Samad masuk bursa capres maupun cawapres 2019. Ini mengingat nama besar yang disandang Abraham Samad cukup besar sampai gaungnya ke luar negeri sejak menjabat Ketua KPK.

Ia mengatakan keputusan untuk maju menjadi calon presiden ataupun wakil presiden pada pilpres nanti masih akan didiskusikan kepada rekan-rekan, kerabat, dan keluarga. Abraham mengaku harus berdiskusi dengan mereka untuk memutuskan apakah dirinya sudah layak atau belum.

Selain itu, pendiri lembaga Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi ini juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan masyarakat dalam mendorong dirinya maju nyapres tahun depan. Ia menilai dukungan masyarakat sungguh luar biasa.

Namun, Abraham kembali menegaskan bahwa ia perlu terlebih dahulu berdiskusi dengan orang-orang terdekatnya. Langkah paling terakhir yakni shalat Istikharah untuk minta petunjuk dari Tuhan.

"Kalau setelah shalat istikharah, maka baru saya ambil kesimpulan. Tapi, menurut saya, yang penting mengapresiasi adanya dorongan itu," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA