Tuesday, 5 Syawwal 1439 / 19 June 2018

Tuesday, 5 Syawwal 1439 / 19 June 2018

Pengamat: Negosiasi Soal Cawapres Jokowi Bakal Alot

Ahad 25 February 2018 15:09 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Bayu Hermawan

Jokowi

Jokowi

Foto: setkab.go.id
Jokowi kemungkinan akan menentukan sendiri siapa Cawapres yang akan mendampinginya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski sudah memutuskan untuk mengusung kembali Joko Widodo sebagai Calon Presiden (Capres), tapi dalam Rakernas III di Bali PDI Perjuangan belum membahas siapa Calon Wakil Presiden (Cawapres). Padahal, beberapa partai yang telah menyatakan dukungan lebih dulu kepada Joko Widodo, sudah menyodorkan nama pendampingnya.

Pengamat politik, Maksimus Ramses menilai meski PDI Perjuangan adalah pemenang Pemilu 2014 silam, tapi perihal Cawpres mereka tidak akan mengambil dari kadernya. Bahkan, 80 persen kemungkinan dirembuk bersama Partai Politik (Parpol) pengusung lainnya. Apalagi Joko Widodo adalah kader PDI Perjuangan.

"Itu artinya Cawapres harus dari partai lain atau anggota koalisi, dari partai mana dan siapa figur itu iya itu yang menjadi teka-teki politik ke depannya," jelas Ramses saat dihubungi melalui pesan singkat (25/2).

Namun, kata Ramses, ada dua kemungkinan yang akan terjadi dan semua kuncinya ada di Joko Widodo. Pertama Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengambil oarang partai untuk dijadikan pendampingnya. Kemudian kedua, dia akan mengambik tokoh di luar Parpol. Cara kedua, persis seperti yang dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada periode kedua dulu.

"Intinya semua Parpol itu berpeluang hanya sekarang perlu pertimbangan matang siapa yang layak," ujarnya.

Untuk saat ini kekuatan partai-partai besar sudah bersama Joko Widodo. Sekarang saja sudah ada Parpol yang jagokan figurnya untuk jadi wakil itu. Maka dengan artinya mereka menunggu keputusan dari Joko Widodo untuk memilih pendampingnya. Kemudian kalau hasilnya alot dan tidak ada titik temu maka keputusan akhir ada di tangan Joko Widodo untuk menentukan wakilnya

"Pasti alot dan bisa saja keputusan akhir ada sama Jokowi bila Parpol-parpol tidak ada titik temu," ucapnya.

Lanjut Ramses, Pilpres 2019 memang sangat menarik yang lebih menariknya bukan bahas soal Capresnya tapi bahas soal siapa Cawapres. Hal itu dikarenakan hampir sebagian besar Parpol sudah menyatakan dukungannya kepada Jokowi seperti Golkar, Hanura, Nasdem, PPP, dan terakhir PDI Perjuangan.Terus, dengan berjalannya waktu juga sejumlah Parpol mulai menjagokan nama pendamping Joko Widodo, bahkan tidak canggung-canggung menyandingkan dengan Joko Widodo.

"Ini realitas dinamika politik Pilpres hari dan ke depannya karena berusaha merebut hati Joko Widodo agar bisa mendapat posisi nomor dua," tutup Ramses.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES