Monday, 4 Syawwal 1439 / 18 June 2018

Monday, 4 Syawwal 1439 / 18 June 2018

PDIP tak Tutup Kemungkinan Berkoalisi dengan Demokrat

Ahad 25 February 2018 07:40 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andri Saubani

Presiden Joko Widodo (kiri) disambut oleh Panitia Pengarah Rakernas PDIP Prananda Prabowo (kedua kiri), Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (ketiga kiri), Menteri Hukum dan HAM yang juga kader PDIP Yasonna Laoly (kedua kanan) dan Menteri Dalam Negeri yang juga kader PDIP Tjahjo Kumolo (kanan) dalam pembukaan Rakernas III PDIP di Sanur, Bali, Jumat (23/2).

Presiden Joko Widodo (kiri) disambut oleh Panitia Pengarah Rakernas PDIP Prananda Prabowo (kedua kiri), Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (ketiga kiri), Menteri Hukum dan HAM yang juga kader PDIP Yasonna Laoly (kedua kanan) dan Menteri Dalam Negeri yang juga kader PDIP Tjahjo Kumolo (kanan) dalam pembukaan Rakernas III PDIP di Sanur, Bali, Jumat (23/2).

Foto: Antara/Nyoman Budhiana
Mungkin terjadi hanya ada satu pasangan calon di Pilpres 2019

REPUBLIKA.CO.ID, BALI -- Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Ahmad Basarah belum mengetahui kabar mengenai adanya arahan dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri untuk secara khusus mengutus pengurus PDI Perjuangan untuk bertemu dengan partai politik (parpol) mana pun termasuk Partai Demokrat. Namun, Basarah mengatakan tidak menutup kemungkinan PDI Perjuangan akan menjajaki koalisi dengan Partai Demokrat.

"Ya politik sangat dinamis. Demokrat juga partai yang ikut secara resmi dalam pilpres yang akan datang. Dan punya otoritas untuk mengusulkan capres karena memiliki presentase di dpr sebagai syarat capres dan cawapres," kata Basarah, Ahad (25/2).

Ia menganggap komunikasi politik, dan silahturahim dengan pimpinan parpol bukanlah sesuatu yang tabu dilaksanakan oleh PDI Perjuangan. Sehingga menurutnya penjajakan politik perlu dilakukan.

"Semua kan proses penjajakan itu bisa berdialog berdiskusi dengan parpol mana pun ada fase penyisihan, ada fase grand final, dan finalnya nanti menentukan. Pastinya partai-partai yang akan bekerja sama mendukung Pak Jokowi dan cawapresnya," jelasnya.

Selain itu dirinya juga mengatakan PDI Perjuangan juga tidak menutup kemungkinan berkoalisi dengan partai di luar koalisi saat ini. Sehingga kemungkinan terjadinya satu pasangan calon masih sangat bisa terjadi.

"Kalau kemudian Pak Prabowo, Pak Sohibul Imam merasa bahwa sudahlah kita bersama-sama saja dalam satu blok agar pilpres aman tidak ada konflik, lalu terjadi power sharing di dalam mengelola negara ini, why not?," ujarnya.

Oleh karena itu, menurutnya hasil rekomendasi Rakernas PDIP yang digelar selama tiga hari di Bali, masih ditunggu untuk mengetahui strategi komunikasi politik apa yang akan diimplementasikan untuk menuju kepada proses penyusunan koalisi di pilpres. Untuk diketahui, salah satu hasil dari Rakernas III PDI Perjuangan yang digelar mulai dari Jumat (23/2) hingga Ahad (25/2) di Hotel Grand Inna Bali Beach yaitu pengusungan kembali Joko Widodo sebagai calon presiden 2019.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES