Monday, 4 Syawwal 1439 / 18 June 2018

Monday, 4 Syawwal 1439 / 18 June 2018

Inilah yang Membuat Elektabilitas Pesaing Jokowi Meningkat

Kamis 22 February 2018 11:56 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Budi Raharjo

Suasana kondisi tiang girder proyek pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang ambruk di Jalan DI Panjaitan, Jakarta, Selasa (20/2).

Suasana kondisi tiang girder proyek pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang ambruk di Jalan DI Panjaitan, Jakarta, Selasa (20/2).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Daya beli dan infrastruktur menjadi salah satu faktor penggerus pamor Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Isu bakal calon Presiden untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai terdengar saat ini. Beberapa nama yang muncul pun sudah menjadi bahan perbincangan masyarakat dan dibandingkan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang saat ini sedang menjabat.

Handri B Satrio selaku Founder Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) menyatakan untuk saat ini elektabilitas Jokowi masih dinilai tinggi. Beberapa nama yang diperbincangkan itu masih belum bisa mengalahkan Jokowi.

"Kalau sekarang kita lihat pesaing Jokowi masih di bawah nilai elektabilitasnya. Jokowi masih paling tinggi," ujar Hendri saat dihubungi Republika, Kamis (22/2).

Rendahnya nilai elektabilitas para pesaing ini disebut karena belum ada nama yang secara pasti mendeklarasikan dirinya akan maju menjadi bakal calon Presiden 2019 nantinya. Nama-nama yang beredar masih simpang-siur dan berdasarkan dugaan-dugaan sementara.

Hendri juga menyatakan nama Prabowo yang digadang-gadang akan kembali maju menjadi calon Presiden juga masih diragukan. Bahkan Hendri meyakini Prabowo akan mengambil peran dan langkah yang berbeda untuk Pilpres 2019 nanti.

Namun Hendri tidak memungkiri nilai elektabilitas pesaing Jokowi ini nantinya dapat meningkat seiring dengan penurunan pamor Jokowi. "Apa yang bisa menurunkan pamor Jokowi? Salah satunya yang bisa kita lihat dari infrastruktur dan daya beli," ujar Hendri.

Infrastruktur yang terus mengalami kecelakaan serta daya beli masyarakat yang cukup berat bisa berpengaruh dan menjadi bahan penilaian masyarakat ke depannya. Hal tambahan lainnya yaitu ketersediaan lapangan kerja yang belum terlalu luas.

Disebutkan oleh Hendri jika permasalahan seperti ini terus menerus terjadi hingga akhir masa jabatan Jokowi sebagai Presiden, maka mau tidak mau Jokowi akan kehilangan pamornya. Terlebih infrastruktur yang sedang dibangun saat ini dianggap sebagai trophy atau simbol kesuksesan masa pemerintahan Jokowi.

Nilai elektabilitas ini ditegaskan masih bisa berubah nantinya selama setahun ini hingga nanti masa kampanye Pilpres berlangsung. Semua calon yang disebut masih memiliki peluang untuk bersaing dan menang di Pilpres 2019 nanti.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES