Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

PR untuk Jokowi: Basis Pemilih Kelas Menengah ke Atas

Kamis 22 February 2018 15:36 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Andri Saubani

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan ketika membuka Zikir Kebangsaan dan Rakernas I Majelis Zikir Hubbul Wathon di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (21/2).

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan ketika membuka Zikir Kebangsaan dan Rakernas I Majelis Zikir Hubbul Wathon di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (21/2).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Elektabilitas Jokowi turun tipis menurut survei Median.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga survei Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei elektabilitas sejumlah calon presiden yang dilakukan dari 1 sampai 9 Februari 2018. Hasil survei menyebutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pejawat dalam Pilpres 2019 unggul di kategori pemilih yang tidak tamat SD.

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun menuturkan, 40,9 persen pemilih tak tamat SD menjatuhkan pilihan kepada Jokowi untuk kembali menjadi Presiden. Sementara di kategori tamat SD, Jokowi mendapat 39,0 persen pemilih, tamat SMP 37,4 persen pemilih, tamat SMU/SMK 27,0 persen, tamat S1 13,7 persen, dan tamat S2/S3 hanya 10,0 persen.

"Basis pemilih Jokowi di kelas menengah ke atas itu jauh lebih kecil, ini menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi Pak Jokowi," kata dia dalam peluncuran survei Median di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (22/2).

Kalangan pemilih dominan Jokowi berbanding terbalik dengan Prabowo Subianto yang menjadi rivalnya di Pilpres 2014 lalu. Prabowo unggul di pemilih tamat S2/S3 dengan persentase 40,0 persen, tamat S1 34,0 persen, tamat SMU/SMK 25,1 persen, tamat SMP 22,8 persen, tamat SD 21,0 persen, dan tak tamat SD 13,7 persen.

Rico menjelaskan, di kategori tamat SMU/SMK sampai tamat S2/S3, lebih dari 50 persen belum menjatuhkan pilihan kepada Jokowi. Sebanyak 73,0 persen pemilih dari tamatan SMU/SMK menginginkan Presiden selain Jokowi pada 2019. Angka persentase yang lebih besar terlihat pada kategori tamat S1 dan tamatan S2/S3.

Sebanyak 86,3 persen pemilih dari tamatan S1, dan bahkan 90,0 persen pemilih tamatan S2/S3, belum menjatuhkan pilihan kepada Jokowi. Menurut Rico, kondisi ini tergolong tidak aman bagi Jokowi. Keterpilihan Jokowi hingga saat ini masih dinilai sebagai sosok yang merakyat.

Tak hanya itu, Jokowi juga belum aman di kategori usia produktif, yakni 20 sampai 29 tahun, dan 30 sampai 39 tahun. Di pemilih usia 20 sampai 29 tahun, mantan Wali Kota Surakarta itu hanya mendapat 26,7 persen dan sebanyak 73,3 persen dari kelas usia tersebut belum menjatuhkan pilihan pada Jokowi.

Di kategori usia 30-39, ada 25,6 persen pemilih yang memilih Jokowi untuk menjadi Presiden kembali, tapi 74,4 persen tidak memilihnya dan menginginkan adanya Presiden baru selain mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Populasi survei yang dilakukan Median yakni seluruh warga yang memiliki hak pilih. Target sampelnya 1.000 responden dengan margin of error sebesar kurang lebih 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sampel dipilih secara acak dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi PROV dan gender. Hasil survei menunjukkan dinamika politik yang terjadi selama masa pengambilan data. Kualitas kontrol dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA