Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Nyono Ditangkap KPK, DPP Minta Golkar Jatim Tetap Bekerja

Senin 05 Feb 2018 10:42 WIB

Red: Andri Saubani

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko  memakai rompi orange berjalan usai dilakukan pemeriksaan 1x24 jam di kantor KPK, Jakarta, Ahad (4/2).

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko memakai rompi orange berjalan usai dilakukan pemeriksaan 1x24 jam di kantor KPK, Jakarta, Ahad (4/2).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Nyono Suharli Wihandoko adalah ketua DPD Golkar Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- DPP Partai Golkar meminta kerja-kerja organisasi dan politik kepartaian se-Jawa Timur tetap berjalan, meski Ketua DPD I Golkar Nyono Suharli Wihandoko sedang tersangkut kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Semuanya harus tetap berjalan di tengah keprihatinan dan menghadapi ujian berat yang dialami oleh pimpinan partai," ujar Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali, Senin (5/2).

Terlebih, kata dia, saat ini Golkar Jatim sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim 2018. Selain itu, di tingkat kabupaten/kota juga dilakukan pilkada serentak yang diikuti 18 daerah se-Jatim.

Menurut dia, di tubuh struktural Golkar Jatim saat ini masih terdapat ketua harian Freddy Purnomo dan sekretaris Sahat Simanjuntak yang akan mengendalikan jalannya roda organisasi sehari-hari. "Semoga situasi ini segera tertangani dan DPP segera menujuk Pelaksan Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Jatim menggantikan posisi Pak Nyono," kata Ketua Komisi II DPR RI tersebut.

Baca: Bupati Nyono Diketahui Ikut Pilkada 2018, Ini Kata Mendagri.

Tak itu saja, politikus yang pernah menjabat Ketua DPD I Golkar Jatim tersebut juga meminta pengurus di tingkat provinsi segera berkoordinasi dengan pengurus kabupaten/kota mengatasi persoalan internal yang terjadi. "Kami sangat prihatin atas kejadian ini dan teman-teman Golkar di Jatim maupun Kabupaten/Kota segera berkoordinasi mengatasinya," kata ZA, sapaan akrabnya.

Sebelumnya, Nyono Suharli yang menjabat Bupati Jombang, Jawa Timur, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh petugas KPK dengan tuduhan menerima hadiah terkait perizinan dan pengurusan pengisian jabatan di Pemerintah Kabupaten Jombang, senilai total Rp275 juta. Nyono ditangkap pada Sabtu (3/2).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA