Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Bupati Nyono Diketahui Ikut Pilkada 2018, Ini Kata Mendagri

Senin 05 Feb 2018 09:13 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Andri Saubani

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko yang mengenakan rompi tahanan memberikan keterangan pers seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Ahad (4/2). KPK resmi menahan Nyono Suharli yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait perizinan penempatan jabatan di Pemkab Jombang.

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko yang mengenakan rompi tahanan memberikan keterangan pers seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Ahad (4/2). KPK resmi menahan Nyono Suharli yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait perizinan penempatan jabatan di Pemkab Jombang.

Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Nyono Suharli pada Sabtu (3/2) terjaring operasi tangkap tangan KPK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, mengatakan pelaksanaan pilkada belum mampu menghasilkan pemimpin daerah yang berkualitas. Dirinya mengingatkan, jika perlu ada pemerintahan daerah yang kuat agar bisa membangun daerah dengan maksimal.

Tjahjo menyayangkan kasus operasi tangkap tangan terhadap Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko, pada akhir pekan lalu. Bupati berstatus pejawat tersebut diketahui kembali maju sebagai bakal calon kepala daerah dalam Pilkada 2018.

"Ini sebagai cermin bahwa hasil pilkada belum mampu menghasilkan semua pemimpin daerah yg memiliki kualitas leadership negarawan. Kalaupun ada hanya beberapa, " ujar Tjahjo, Ahad (4/2).

In Picture: KPK Periksa Tersangka OTT Bupati Jombang.

Padahal, lanjut dia, pembangunan daerah membutuhkan kepemimpinan yang kuat. Sebab, kemempimpinan yang kuat dapat memacu semua pihak untuk maksimal bekerja mambangun daerahnya.

"Dalam angka mempercepat konsolidasi demokrasi Indonesia maka kita perlu membangun sistem pemerintahan daerah yang kuat dan sistem semacam itu akan mampu memaksa semua pihak yang terlibat dalam sistem pemerintahan mengeluarkan energi positifnya membangun daerah," tegas Tjahjo.

KPK menetapkan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko sebagai tersangka setelah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh tim satgas KPK terkait dengan perizinan dan pengurusan penempatan di Pemkab Jombang Jawa Timur pada Sabtu (3/2). Ketua DPD Partai Golkar Jatim itu tertangkap tangan menerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jombang Inna Silestyanti untuk memuluskan jalan Inna menjadi Kepala Dinas Kesehatan definitif.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA