Rabu, 11 Zulhijjah 1439 / 22 Agustus 2018

Rabu, 11 Zulhijjah 1439 / 22 Agustus 2018

Presiden Jokowi Jadi Imam Shalat Zhuhur di Afghanistan

Selasa 30 Januari 2018 12:49 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bilal Ramadhan

Presiden RI, Joko Widodo bersama Presiden Afganistan, Ashraf Ghan

Presiden RI, Joko Widodo bersama Presiden Afganistan, Ashraf Ghan

Foto: setkab.go.id
Presiden Jokowi menunaikan shalat dzuhur di masjid Istana Presiden Agr

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi imam shalat zhuhur saat berada di masjid Istana Presiden Agr di Afghanistan. Dari pernyataan resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, sebelum menjadi imam shalat zhuhur, terlebih dahulu Presiden Ashraf Ghani dan Jokowi saling tukar menukar penutup kepala.

Presiden Jokowi menerima longi, topi panjang yang menjuntai dan juga mengenakan chapan, jubah khas Afganistan. Juntaian longi ini bila dibentangkan mencapai tujuh meter.

Sementara Presiden Ashraf Ghani mengganti pakulnya dengan peci berwarna hitam yang langsung dikenakan oleh Presiden Jokowi. Setelah tukar menukar tutup kepala, keduanya menunaikan salat zhuhur berjamaah di masjid yang berada di Istana Presiden Agr. Pertemuan kedua pemimpin negara tersebut tampak sangat hangat dan akrab.

Meskipun beberapa hari sebelum kehadiran Presiden Jokowi terjadi serangan teror bom mobil di Kabul, ibu kota Afghanistan, kendati demikian Presiden tetap berniat melanjutkan kunjungannya tersebut. Sambutan dari Presiden Ashraf Ghani pun menambah suasana hangat pertemuan keduanya di tengah cuaca yang dingin.

Dalam pertemuan Tete-a-Tete atau empat mata, keakraban juga jelas terlihat. Tidak ada ketegangan yang memperlihatkan mereka berada di kota yang baru diguncang ledakan bom beberapa jam sebelumnya.

Begitu pula saat pertemuan bilateral yang berlangsung hangat oleh tawa dan canda dari delegasi kedua negara. Hal ini juga terlihat saat keduanya memberikan pernyataan pers bersama, Presiden Ashraf Ghani menunjukkan hubungan yang akrab dengan Presiden Jokowi.

Kedatangan Yang Mulia tidak perlu membawa emas, tapi membawa hujan dan salju. Hujan dan salju merupakan berkah bagi kami. Salju dan hujan tidak pernah memilih akan turun pada orang kaya atau orang miskin, kata Presiden Ghani.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES