Senin, 11 Syawwal 1439 / 25 Juni 2018

Senin, 11 Syawwal 1439 / 25 Juni 2018

Hasto Yakin Foto Azwar Didesain untuk Kepentingan Politik

Senin 08 Januari 2018 01:43 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Hazliansyah

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menangis saat memberikan keterangan kepada media seusai menemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait mengenai pengunduran diri Azwar Anas dari Cawagub Jawa Timur dikediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Sabtu (6/1).

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menangis saat memberikan keterangan kepada media seusai menemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait mengenai pengunduran diri Azwar Anas dari Cawagub Jawa Timur dikediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Sabtu (6/1).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menilai foto yang diduga mantan bakal calon gubernur Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas sengaja didesain untuk kepentingan politik. Ia juga menilai makna pesan pada foto tersebut menunjukkan kesalahan dari rekayasa yang ditunjukkan dari foto itu.

"Masa di mobil membawa wine yang sudah dibuka. Itu untuk membenturkan pak Azwar Anas dengan keluarga Nahdliyin. Itu kan desainnya nampak banget, terus di kamar juga ada winenya. Ini kan kesannya sosok dari Nahdliyin masa minum wine?," jelas Hasto.

Menyikapi hal itu Hasto menilai, tanpa dilaporkan dengan sendirinya akan ada yang membela. Ia juga merasa yakin kebenaran akan ditegakkan.

"Ibu Mega dan kami menggunakan baju hitam. Ini bukan hanya mencerminkan kerja keras, tapi untuk mengingatkan bahwa ada yang menggunakan politik hitam," papar Hasto di Kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Ahad (7/1).

PDIP sendiri menyayangkan keputusan Azwar Anas yang mengembalikan mandat dukungan kepada partai. Hasto pun berkali-kali memuji kinerja Azwar Anas yang dinilai sukses dalam membangun Kabupaten Banyuwangi. Seperti pendapatan per kapita yang naik dua kali lipat, peningkatan di sektor pariwisata, serta sistem pemberdayaan untuk desa aparatur birokrasi.

"Justru ada orang yang takut bersaing secara sehat melihat kinerja Pak Anas yang begitu baik. Maka munculah gagasan negatif dengan mencoba untuk menjatuhkan Pak Anas," ungkap Hasto.

Sementara itu dirinya akan terus melakukan dialog dengan PKB terkait hal tersebut. Menurutnya, sikap empati juga perlu dikembangkan dalam menyikapi masalah tersebut.

"Kita juga harus /dong mengembangkan empati kita, //mosok// ada orang diperlakukan seperti ini tidak tidak tumbuh rasa empati kita," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES