Rabu, 8 Safar 1440 / 17 Oktober 2018

Rabu, 8 Safar 1440 / 17 Oktober 2018

Azwar Anas dan Akhir Drama Pembunuhan Karakter

Sabtu 06 Jan 2018 08:49 WIB

Red: Elba Damhuri

Azwar Anas

Azwar Anas

Foto: dok. Republika

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh: Umar Mukhtar, Dadang Kurnia

JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas tidak mundur dari pencalonan sebagai bakal calon wakil gubernur di Pilkada Jawa Timur (Jatim) 2018. Hal tersebut sebagai jawaban atas kabar mundurnya Azwar Anas.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, keputusan yang telah diambil PDIP di Pilkada Jatim sudah bulat. Keputusan tersebut sudah melalui berbagai pertimbangan matang.

"Abdullah Azwar Anas tidak mengundurkan diri. PDI Perjuangan ketika membuat keputusan politik melalui pertimbangan yang matang dan tahapan-tahapan yang jelas. Keputusan sudah diambil partai dan kokoh berdiri di situ," kata Hasto, Jumat (5/1).

Hasto melanjutkan, yang bisa membatalkan sebelum waktu pendaftaran, yaitu calon mengundurkan diri atau ada persoalan berhalangan tetap. Kalaupun ada pengunduran diri, kata dia, partai punya pertimbangan sendiri untuk dikabulkan atau tidak.

"Ada faktor yang di dalam pertimbangan pusat, layak untuk dikabulkan sekiranya ada pengunduran diri," ucap dia.

Hasto juga mengungkapkan, cagub yang diusung PDIP di Pilkada Jatim, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, baru mengetahui kabar pengunduran diri Azwar Anas dari awak media. "Jadi, Gus Ipul ketika mendarat dari pesawat ditanya pers dan beliau kaget. Dan (Gus Ipul) kemudian akan menanyakan (kepada Anas). Kemudian sekiranya mengundurkan diri kan harus menyiapkan opsi. Tapi, ternyata tidak mengundurkan diri," ujarnya.

Dalam kondisi demikian, Hasto mengatakan, PDIP tidak berkomunikasi dengan PKB untuk membahas ihwal pengunduran diri Anas. Sebab, kata dia, bagi PDIP keputusan yang telah dibuat PDIP bersama PKB tidak pernah berubah. PDIP berkomunikasi dengan PKB hanya untuk membahas daerah-daerah yang belum ada calon dari kedua partai tersebut.

"Ya, kami komunikasi untuk daerah yang belum dicalonkan. Kalau yang sudah, PDIP enggak pernah berubah. Kami fokus dengan yang belum dicalonkan. Bagi yang sudah, kami kokoh di situ," ujarnya.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, soal nasib Azwar Anas merupakan kewenangan PDIP. Sebab, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul adalah calon gubernur Jatim yang diusung PKB. Karena itu, persoalan siapa yang akan menempati posisi cawagub harus diserahkan kepada PDIP sebagai parpol yang berkoalisi dengan PKB di Pilkada Jatim.

Sejumlah ulama yang mendukung pencalonan Saifullah dalam Pilkada Jatim 2018 mengaku mengembalikan persoalan foto calon Wakil Gubernur Jawa Timur pendampingnya, Abdullah Azwar Anas, ke PDIP, sebagai parpol pengusung.

"Para kiai sudah bersepakat dalam menyikapi kasus ini. Kami mengembalikan dia (Abdullah Azwar Anas, Red) ke PDIP," kata Pengasuh Pondok Pesantren Al Amien Ngasinan, Kota Kediri KH Anwar Iskandar di Kediri, Jumat (6/12).

Ia mengatakan, sejumlah ulama sudah melakukan pembicaraan menyusul beredarnya sejumlah foto yang diduga mirip Bupati Banyuwangi, yang juga calon Wakil Gubernur Jatim, pendamping Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf. Para ulama, kata dia, tetap mengutamakan persatuan dan solidaritas dari tim yang mendukung Gus Ipul untuk mengikuti Pilkada Jatim yang akan berlangsung pada 2018.

Para ulama yang mendukung juga tidak ingin ikut campur terkait dengan masalah itu. Ulama lebih menyerahkan penyelesaian persoalan tersebut ke partai pengusung, yaitu PDIP. Menurut dia, para ulama juga hanya menunggu sikap dari partai saja, termasuk apakah ke depannya partai akan mengganti dengan calon yang baru atau tetap mempertahankan pencalonan pasangan Gus Ipul dan Abdullah Azwar Anas.

Foto

Kabar mundurnya Azwar Anas terjadi setelah Gus Ipul menyatakan kepada media ada rencana mundur dari Azwar Anas pada Kamis (4/1) malam. Gus Ipul mengaku mendapat informasi itu dari rekannya tersebut.

Namun, kabar itu muncul tak lama setelah munculnya foto yang diduga Anas bersama dengan seorang wanita bukan istrinya di mobil dan di sebuah kamar. Mengenai hal ini, Azwar Anas menilai, hal tersebut merupakan pembunuhan karakter yang sering terjadi menjelang pilkada.

"Ada sejumlah upaya pembunuhan karakter, termasuk teror yang kerap saya diterima dan keluarga. Jadi, terkait apa yang menjadi desus-desus itu, saya sudah biasa," kata Azwar Anas, Jumat (5/1).

Sebelumnya, pada 2015 lalu, menjelang Pilkada Banyuwangi, Azwar Anas juga sempat diisukan memiliki hubungan khusus dengan artis Ayu Azhari. Namun, isu tersebut tidak menghambat Anas untuk menjabat kedua kalinya sebagai bupati Banyuwangi.

Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi, berpendapat, proses Pilkada Jatim telah dicederai dengan hadirnya isu-isu tidak beretika. "Praktik seperti itu tidak membantu upaya mewujudkan praktik berdemokrasi yang sehat," ujarnya.

Ia mengaku sangat menyayangkan proses pilkada diwarnai isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan jauh dari keadaban politik. Menurut dia, yang diharapkan oleh setiap pasangan kandidat maupun seluruh kekuatan masyarakat sipil di Jawa Timur adalah agar prosesi pilkada setempat menjadi festival politik kerakyatan.

Gus Ipul pun sempat menyinggung pengganti Azwar Anas jika betul-betul mundur terkait kasus foto ini. Gus Ipul mengatakan cawagub pendamping dirinya harus memiliki elektabilitas dan popularitas.

"Dalam situasi seperti ini, sepanjang masih ada waktu, mestinya yang ideal. Tapi nanti saya belum tahu. Saya belum berani spekulasi. Tapi yang jelas kita senang dan gembira kalau muncul calon wagub yang punya elektabilitas, popularitas, dan bisa bersinergi apalagi saling memperkuat," tutur dia di kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (5/1).

Gus Ipul menuturkan, kalau memang ada pengganti, maka harus bisa diterima oleh semua pihak terutama yang selama ini sudah ikut berjuang bersama. Wakil Gubernur Jatim itu juga siap dipasangkan dengan siapapun termasuk dengan Tri Rismaharini.

Sabtu (/6/1) pun terjawab sudah sikap Azwar Anas. Bupati Banyuwangi ini mengembalikan mandat penugasan sebagai bakal calon wagug Jawa Timur melalui PDIP 2018. Pada siaran pers tertulis sejumlah klarifikasi dan keterangan dari Anas terkait polemik yang terjadi menjelang Pilkada Jatim.

"Demi tanggung jawab saya kepada masyarakat bahwa menjadi pemimpin itu harus amanah, juga demi terwujudnya program-program kerakyatan partai dalam pembangunan untuk menyejahterakan rakyat Jatim, maka saya memberikan kembali mandat penugasan sebagai Cawagub Jatim ke partai," ucapnya, Sabtu (6/1).

 

Berikut pernyataan lengkap Bacawagub Jatim Azwar Anas tentang pengembalian mandat tersebut:

Yth Para Kiai, tokoh masyarakat, kawan-kawan seperjuangan, rekan-rekan pers yang membanggakan, dan seluruh masyarakat Jawa Timur, teristimewa masyarakat Banyuwangi yang sangat saya cintai.

Assalamualaikum Wr Wb

Melalui perenungan mendalam usai sholat Subuh hari ini, dengan memohon pencerahan dan kekuatan dari Allah SWT atas segala dinamika yang terjadi, dengan ini saya menyampaikan beberapa hal.

Berbagai cobaan, godaan kekuasaan, penyuapan, bahkan cara-cara yang tidak manusiawi telah saya lalui dalam hampir dua periode memimpin Banyuwangi, dan alhamdulillah, saya bisa atasi dan masyarakat Banyuwangi memberi apresiasi atas kerja pelayanan saya dengan berbagai indikator perbaikan yang rigid dan terukur, seperti penurunan kemiskinan dan peningkatan pesat pendapatan per kapita rakyat.

Namun, ketika saya berproses dalam pencalonan sebagai wakil gubernur, ada pihak-pihak yang menggunakan segala cara yang mengorbankan kehormatan keluarga saya, rakyat Banyuwangi dan Jawa Timur, serta para ulama dan sesepuh yang selama ini membimbing saya.

Untuk itu, demi tanggung jawab saya kepada masyarakat, bahwa menjadi pemimpin itu harus amanah, juga demi terwujudnya program-program kerakyatan partai dalam pembangunan untuk menyejahterakan rakyat Jatim, maka saya memberikan kembali mandat penugasan sebagai cawagub Jatim ke partai.

Saya sunguh mengucapkan terima kasih, kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, keluarga besar PDI Perjuangan dan Nahdliyin yang telah memberi kepercayaan kepada saya. Ibu Megawati telah mengajarkan kepada kami semua untuk memegang teguh komitmen terhadap aspek-aspek kepemimpinan.

Akhir kata, saya tetap percaya bahwa mereka yang menggunakan politik segala cara akan diberikan keadilan oleh Allah SWT. Saya percaya ada nur-keadilan yang akan menerangi hamba Allah yang tidak sempurna ini.

Untuk selanjutnya, saya akan berjuang dengan segenap daya dan upaya, bersama-sama rakyat Banyuwangi, untuk mewujudkan kesejahteraan bagi semua sebagaimana telah berhasil kita jalankan dalam hampir delapan tahun terakhir.

Wassalamualaikum Wr Wb

Kini, drama pembunuhan karakter pada Pilgub Jatim pun berakhir.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA