Selasa, 22 Syawwal 1440 / 25 Juni 2019

Selasa, 22 Syawwal 1440 / 25 Juni 2019

Fraksi Gerindra Ingin Pimpinan DPR Berjumlah Ganjil

Kamis 28 Des 2017 23:00 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Partai Gerindra

Partai Gerindra

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA 0- Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Supratman Andi Agtas mengatakan Gerindra menginginkan Pimpinan DPR berjumlah ganjil agar memudahkan dalam proses pengambilan keputusan, dan akan diatur dalam revisi UU nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3).

"Karena bagi Gerindra, saya berkonsultasi dengan Ketua Fraksi Gerindra masih menginginkan penambahan dua Pimpinan DPR, yaitu dari PDI Perjuangan dan PKB, kemudian berikutnya kita lihat perkembangan," kata Supratman di Jakarta, Kamis (28/12).

Dia mengatakan pada prinsipnya kalau Pimpinan DPR dan MPR, masing-masing bisa bertambah dua. Alasannya kalau menambah satu jumlahnya genap sehingga membuat proses pengambilan keputusan di tingkat pimpinan bisa bermasalah.

Supratman mengatakan pembicaraan penambahan jumlah pimpinan awalnya belum ada kesepakatan resmi karena Fraksi Gerindra menginginkan penambahan dua Pimpinan DPR yaitu PDI Perjuangan dan PKB.

Dia mengatakan dirinya sebagai Ketua Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang MD3 meminta Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly segera menyelesaikan namun ada banyak materi muatan tambahan di dalam Daftar Inventarisir Masalah (DIM).

"Karena dalam beberapa kesempatan, fraksi memiliki harapan-harapan politik untuk kepentingan fraksi masing-masing. Kita mau bicarakan pada masa sidang berikut untuk dikompromikan dengan fraksi-fraksi yang lain mana yang boleh dan mana yang pemerintah kurang berkenan kita bicarakan dulu," katanya.

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan semua fraksi memang sudah sepakat untuk mengakomodir partai politik pemenang pemilu, namun yang belum disepakati adalah jumlahnya. Dia menjelaskan, Fraksi PPP dan Fraksi Hanura bahkan mengusulkan agar kursi Pimpinan MPR diberikan kepada semua fraksi agar tidak berkelahi.

"Namun itu bisa menimbulkan masalah, terutama berkaitan dengan postur APBN, tetapi keinginan fraksi harus kita dengar. Lalu berkaitan dengan fasilitas yang harus disiapkan negara kepada pimpinan-pimpinan yang baru, semua harus dihitung," katanya.

Sebelumnya, anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Arsul Sani mengatakan mayoritas fraksi setuju penambahan kursi pimpinan DPR untuk PDI Perjuangan. Dia menegaskan, hanya tambahan satu kursi untuk PDIP yang sudah bulat disepakati oleh fraksi di DPR.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA