Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Dituding Bocorkan Operasi Rahasia, Obama Kesal

Sabtu 09 Juni 2012 09:08 WIB

Red: Endah Hapsari

 Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

Foto: Susan Walsh/AP

REPUBLIKA.CO.ID, Presiden Amerika Barack Obama membalas tuduhan partai Republik bahwa pemerintahannya sengaja membocorkan informasi operasi rahasia untuk meningkatkan kemungkinan ia terpilih kembali. 

Kepada wartawan hari Jumat di Gedung Putih, Presiden Obama menyebut gagasan pemerintahannya akan sengaja merilis informasi rahasia sebagai "ofensif."

Anggota Kongres Amerika pekan ini mengecam pedas bocornya rahasia operasi intelijen Amerika kepada media baru-baru ini. Informasi itu mencakup laporan upaya Amerika menggagalkan program nuklir Iran melalui serangan internet dan rincian pembunuhan yang menarget pimpinan Alqaidah. Beberapa anggota fraksi Republik menilai kebocoran itu upaya untuk melanjutkan ambisi politik presiden.

Hari Jumat, Obama mengatakan, tidak "menoleransi" bocornya informasi sensitif dan bahwa pemerintahannya akan melakukan investigasi mendalam tentang kebocoran itu.

Hari Kamis, empat pimpinan bipartisan komisi intelijen Kongres membahas kebocoran itu dalam rapat tertutup dengan direktur intelijen nasional, James Clapper. Mereka juga bertemu Direktur FBI Robert Mueller, yang sedang menyelidiki kebocoran itu.

Sumber : voa
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES