Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

PAN Disarankan Ikuti Sinyal Amien Rais Keluar Kabinet

Ahad 23 Jul 2017 19:46 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Nur Aini

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung Asep Warlan Yusuf menyarankan agar kader Partai Amanat Nasional (PAN) menerima sinyal pendiri partai, Amien Rais untuk keluar dari kabinet kerja. Menurut Asep, sinyal yang dikeluarkan Amien Rais tersebut sangat bagus, baik di mata kader terutama di mata publik. Apalagi di dalam berpolitik, kata Asep, tidak ada lawan dan tidak kawan yang abadi.

"Konsisten itu penting, warna sikap dan sikap politik harus jelas. Pak Zulkifli dan kawan-kawan di PAN harus mendukung pak Amien Rais, bahwa ini harus mundur dari kabinet gentle jangan sampai dimundurkan oleh Jokowi," saran Asep saat dihubungi melalui sambungan telepon, Ahad (23/7).

Namun, kata Asep, yang paling penting adalah konsisten PAN dalam berpolitik. Artinya PAN jangan mendua, jika memang ingin tetap koalisi pemerintahan, maka mereka harus berbalik arah mendukung pemerintah baik pada Perppu Organisasi Masyarakat (Ormas), maupun Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu. "Nah kalau mendua begini, abu-abu jadi kurang bagus di mata publik," ujarnya.

Namun, menurut Asep, mengingat Amien Rais adalah tokoh yang sangat berwibawa, tokoh yang berpengaruh di umat Islam, lebih baik PAN di luar pemerintahan. Maka, PAN harus berani menegaskan dirinya berada di luar pemerintahan untuk bergabung dengan partai koalisi. Selain itu, hal itu juga untuk menghormati dan menjaga wibawa Amien Rais sebagai pendiri partai.

Asep berpendapat, lagi pula bersebarangan dengan pemerintah dalam kasus tertentu tidaklah melanggar koalisi. Salah satunya pada kasus RUU Pemilu, PAN memilih meniadakan ambang batas pencalonan presiden, sedangkan pemerintah dan partai koalisi memilih 20 persen. Hal itu ditambah, kata Asep, PAN sudah menjelaskan alasan logis alasan normatif mengapa mereka tidak setuju dengan ambang batas.

"Melanggar itu kalau PAN keluar dari hal yang positif yang bermanfaat bagi pemerintah bagi PAN bagi publik itu melanggar. Tapi kalau misalkan keluarnya, itu karena melanggar prinsip partai itu tidak masalah," tutur Asep.

Sebelumnya, Amien Rais diisukan meminta Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur untuk meletakkan jabatannya. Tidak hanya itu, bahkan Amien Rais menegaskan agar Asman Abnur keluar dari PAN jika tidak ingin mengundurkan diri. Itu karena Amien Rais tidak ingin partainya disebut merengek-rengek.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA