Monday, 13 Jumadil Akhir 1440 / 18 February 2019

Monday, 13 Jumadil Akhir 1440 / 18 February 2019

Megawati Heran PDIP Dituding PKI

Kamis 13 Jul 2017 22:15 WIB

Rep: Fuji EP/ Red: Bayu Hermawan

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sekaligus Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato sambutannya saat menghadiri peringatan haul Presiden RI pertama, Soekarno, ke-47 sekaligus peluncuran buku karangan Ketua Fraksi PDIP di MPR Ahmad Basarah 'Bung Karno, Islam, dan Pancasila di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/6).

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sekaligus Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato sambutannya saat menghadiri peringatan haul Presiden RI pertama, Soekarno, ke-47 sekaligus peluncuran buku karangan Ketua Fraksi PDIP di MPR Ahmad Basarah 'Bung Karno, Islam, dan Pancasila di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/6).

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Presiden RI Megawati Soekarno Putri heran karena ada sekelompok orang yang menuding PDI Perjuangan adalah PKI. Selain itu, Megawati juga heran dengan pihak yang menuding Presiden Joko Widodo adalah PKI.

"PDIP hari-hari ini pun kena imbas selalu dikatakan PKI, jadi bingung. Namanya saja Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan," katanya saat memberikan amanah dalam acara Halaqah Nasional Alim Ulama se-Indonesia yang diselenggarakan Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (13/7).

Megawati mengatakan, padahal PDI Perjuangan memiliki organisasi Baitul Muslimin. Di dalam organisasi tersebut banyak anak-anak dari Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, ia menerangkan, ayahnya Presiden Soekarno juga diberi gelar Waliyyul Amri ad-Dharuri bi al-Syaukah.

Artinya pemimpin pemerintahan yang berkuasa dan wajib ditaati. Gelar tersebut diberikan kepada Presiden Soekarno karena kedekatan beliau dan NU.

"Ketika itu saya tanyakan pada Gus Dur, baik pada Pak Said. Apakah gelar itu sudah dicabut, dibilang itu gelar yang luar biasa. Opo sudah dicabut ya, jawabnya sampai saat ini gelar itu tetap milik beliau," jelasnya.

Ia juga mengatakan, tidak hanya PDI Perjuangan yang dituding PKI, Presiden Joko Widodo juga dituding PKI.

"Kalau saya ngomong sekarang sering dibully. Presiden kita dibilang keluarganya katanya dari PKI. Menurut saya ngomong yang benar sajalah, enggak mungkin bisa (PKI) seperti gitu," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES