Friday, 8 Syawwal 1439 / 22 June 2018

Friday, 8 Syawwal 1439 / 22 June 2018

Beredar Kontrak Palsu Syariat Islam, Anies: Ini Fitnah Lagi

Senin 20 March 2017 00:03 WIB

Red: Budi Raharjo

Calon gubernur Anies Baswedan

Calon gubernur Anies Baswedan

Foto: Ist

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Aksi kampanye hitam atau black campaign masih terus ditujukan kepada pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Bahkan, beredar surat pernyataan atau akad kontrak bertandatangan palsu yang menyatakan Anies-Sandi akan menggunakan syariat Islam di Jakarta.

Namun surat atau akad kontrak berjudul Akad Kontrak - Akad Al Ittifaq itu dipastikan tidak benar. Ada pihak yang dengan sengaja menandatangani surat itu atas nama Anies dan Sandiaga. Padahal dipastikan tanda tangan itu tidak benar. "Ini Fitnah lagi, setelah fitnah-fitnah sebelumnya. Tanda tangan saya tidak seperti itu," ujar calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Sabtu malam (18/3).

Senada dengan Anies, Sandiaga juga merasa kalau nama dan tanda tangannya dicatut. Dia sendiri heran kenapa ada orang atau kelompok yang mau repot untuk membuat akad kontrak itu. "Jelas-jelas itu bukan tanda tangan saya," ucapnya.

Akad itu sendiri dipastikan hoaks (kabar bohong). "Mas Anies atau Bang Sandi tidak pernah menandatangani akad itu. Dan itu palsu," tegas Naufal Firman Yursak, Wakil Ketua Tim Media Anies Sandi.

Naufal menambahkan dengan makin sering munculnya fitnah-fitnah baru, pihaknya yakin sedang ada pihak yang panik. "Kami makin yakin bahwa ada pihak-pihak yang sedang mengalami kepanikan yang luar biasa. Kami mengajak kepada para relawan, simpatisan dan warga untuk tetap fokus pada program kerja dan makin kerja keras memenuhi harapan warga Jakarta untuk menciptakan perubahan di ibukota," tutupnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA